Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diduga Cemari Lingkungan, Petugas Cek IPAL Pabrik Pengalengan Ikan

Ali Sodiqin • Kamis, 11 Maret 2021 | 19:00 WIB
diduga-cemari-lingkungan-petugas-cek-ipal-pabrik-pengalengan-ikan
diduga-cemari-lingkungan-petugas-cek-ipal-pabrik-pengalengan-ikan


MUNCAR - Petugas gabungan dari TNI AL, TNI-AD, kepolisian, dan Puskesmas Kedungrejo, Kecamatan Muncar memeriksa pengelolaan limbah di beberapa pabrik pengalengan ikan yang ada di wilayah Kecamatan Muncar, kemarin (9/3). Pemeriksaan ini, karena ada pengaduan masyarakat yang menyebut pembuangan limbah mencemari sungai.



Komandan Pos TNI AL Muncar, Letda Triyono mengatakan banyak keluhan masyarakat terkait pencemaran limbah pabrik. Dari laporan itu, petugas mengecek ke sejumlah pabrik pengalengan ikan. Dalam pemeriksaan ini, memeriksa Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan proses pengelolaan limbah cair sebelum dibuang ke sungai. “Ini menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat terkait limbah pabrik yang mencemari sungai dan laut,” katanya.



Dalam pemeriksaan ini, terang dia, melihat IPAL di pabrik PT Sari Laut Jaya dan PT Blambangan Food Packer Indonesia (BFPI). Rencananya, pengecekan IPAL ini akan dilakukan secara rutin di semua pabrik yang ada di Kecamatan Muncar. “Banyak dampak buruk terkait pencemaran limbah, khususnya di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar,” ujarnya.



Triyono berharap berharap perusahaan pengolahan ikan yang ada di Kecamatan Muncar dapat mengolah limbah dengan baik dan ramah lingkungan. “Kami akan terus memantau perkembangan dampak limbah di seluruh pabrik yang ada di Kecamatan Muncar,” tegasnya.



Sanitarian Puskesmas Kedungrejo, Aprilia menyampaikan kondisi pabrik maupun lingkungan di wilayah Desa Kedungrejo kotor dan bau sejak sepuluh tahun lalu. Terkait IPAL di beberapa pabrik pengolahan ikan, sebenarnya sudah memenuhi standar. “Hasil uji labolatorium pengelolaan limbah cair juga sudah memenuhi syarat,” katanya.



Hanya saja, jelas dia, pihaknya tetap akan melakukan peninjauan IPAL di seluruh pabrik pengolahan ikan tersebut. “Petugas gabungan akan terus memantau IPAL di perusahaan pengolahan ikan agar tidak menjadi masalah di tengah masyarakat,” cetusnya.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin