GAMBIRAN – Kelelawar albino milik Suherman, 45, warga Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, banyak yang tertarik dan ingin memilikinya. Mereka berani menawar hin gga Rp 10 juta, tapi belum dilepas.
Pada Jawa Pos Radar Genteng Suherman, mengatakan banyak orang yang menawar kelelawar putih miliknya. Orang yang telah menawar itu, kebanyakan dari luar kota seperti Bali, Surabaya, Jogjakarta, Semarang, hingga Jakarta. “Belum saya jual, saya masih pingin memelihara,” ujar pria yang akrab disapa Herman itu seraya menyebut mereka menawar mulai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.
Herman mengaku masih ingin memelihara hewan unik dan langka itu. Kondisi kelelawar pemakan buah atau biasa disebut codot itu, sehat dan masih sangat aktif. “Kondisinya jauh lebih baik disbanding saat baru ditangkap,” terangnya.
Menurut Herman, beberapa hari lalu mendapat informasi dari seorang teman, ada orang yang berani membayar Rp 50 juta untuk kelelawar yang pernah diduga hewan jadi-jadian itu. Namun, hingga kini ia masih belum mendapat kabar lagi. “Ada orang Bali mau membeli dengan harga Rp 50 juta,” pungkasnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin