PESANGGARAN – Dua desa paling terpencil di wilayah Kabupaten Banyuwangi, yakni Desa Sarongan dan Kandangan, kecamatan Pesanggaran gelap gulita. Selama 42 jam atau dua hari semalam, jaringan listrik di dua desa itu padam.
Penyebabnya, dua tiang listrik dan 10 tiang lainnya rusak akibat tertimpa pohon di tengah Kebun Sungai Lembu, PTPN XII wilayah Desa Kandangan. Listrik di dua desa itu, mulai mati pukul 00.00 pada Selasa (23/2), dan kembali hidup pada Rabu (24/2) sekitar pukul 18.00. “Ini pemadaman paling lama,” cetus Kepala Dusun Krajan, Desa Sarongan, Slamet Toyik, 30.
Gara-gara listrik yang mati dalam waktu cukup lama ini, terang dia, warga banyak yang mengalami kerugian. Lampu listrik pada tanaman buah naga tidak bisa hidup, begitu juga dengan usaha jagal ayam. “Usaha warga banyak yang rugi,” katanya.
Bagi warga yang punya mesin genset, terang dia, masih bisa terbantu. Sedangkan warga lain, hanya mengandalkan lilin untuk penerangan. “Desa kami gelap, usaha yang menggunakan listrik tidak bisa bekerja,” ujarnya.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jajag, Kecamatan Gambiran, Didit Ari Tarmizi menyatakan aliran listrik itu putus karena faktor alam. Dua tiang PLN patah karena tertimpa pohon. “Hujan dan angin, ada 10 tiang listrik juga rusak,” jelasnya.
Didit mengaku saat menerima laporan ada pemadaman listrik akibat tiang listrik tertimpa pohon, petugas langsung turun ke lapangan untuk mengatasi gangguan tersebut. Tapi, penanganan harus terhenti karena cuaca yang kurang bersahabat. “Saat itu diperbaiki sampai pukul 21.00, ternyata cuaca kembali ekstrim,” jelasnya.
Ancaman terhadap jaringan berupa pohon tumbang, memang cukup tinggi saat musim hujan. Kondisi ini lebih parah ketika jaringan berada di kawasan perkebunan. Ia kini tengah menggandeng kebun untuk melakukan pengeprasan. “Kita akan kerjasama, karena tidak semua bisa ditebang,” ujarnya.(sli/abi)
Editor : Ali Sodiqin