TEGALDLIMO – Intensitas curah hujan yang tinggi, berdampak pada akses jalan menuju Taman Nasional (TN) Alas Purwo. Di sepanjang jalan beraspal yang ada di tengah hutan lindung itu, licin karena dipenuhi lumpur dan dedaunan, kemarin (11/2).
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo Wilayah I Tegaldlimo, Probo Wresni Aji menyampaikan, jalan menuju ke Alas Purwo itu dipenuh lumpur yang terbawa air saat hujan deras. Dan lumpur itu, membuat jalan beraspal menjadi licin dan membahayakan. “Endapan lumpur di jalan dan licin, itu membahayakan pengunjung,” katanya.
Probo mengatakan anggotanya telah dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang menempel di jalan itu, termasuk sampah dari dedaunan. Tebalnya lumpur, dalam pembersihan itu menggunakan cangkul dan alat penyemprot air. “Ini bagian dari pemeliharaan akses jalan menuju TN Alas Purwo,” terangnya.
Pembersihan lumpur dan dedaunan kering yang menutupi jalan aspal itu, terang dia, dilakukan mulai dari Pos Rowobendo hingga Pos Trianggulasi. Meski pengunjung dibatasi 500 orang per hari, tapi TN Alas Purwo tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan. “Selama pandemi masih kunjungan wisatawan dibatasi, jam kunjungan dibuka pukul 08.00 hingga 16.00,” terangnya.
Bagi pengunjung yang berniat menginap di TN Alas Purwo, masih kata dia, untuk sementara masih belum bisa. “Kegiatan camping dan ritual dengan menginap di gua-gua masih belum diperbolehkan, seluruh goa di Purwo ditutup,” ujarnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin