JawaPos.com – Teka-teki munculnya kelelawar putih di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, akhirnya terungkap, kemarin (9/2). Sebelumnya, warga banyak yang resah karena hewan berwarna putih terang itu hewan jadi-jadian.
Kelelawar aneh itu, akhirnya berhasil ditangkap dan diketahui kelelawar yang seluruh tubuhnya berwarna putih terang itu karena kelainan genetik. “Sejak dua minggu lalu, kelelawar putih itu terbang di sekitar permukiman penduduk,” terang Suherman, 48, warga Dusun Krajan, RT 4, RW 1, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.
Saat kelelawar aneh itu muncul, terang dia, banyak warga yang melihat. Dan itu, membuat warga takut dan resah. Mereka mengira hewan pemakan buah-buahan itu jadi-jadian yang sering mencuri beras dan uang milik warga. “Banyak yang mengira kelelawar putih itu hewan jadi-jadian,” ujarnya.
Untuk mengungkap misteri itu, Suherman dibantu beberapa warga lainnya menyebar jaring untuk menangkap kelelawar yang dianggap aneh itu. “Biasanya kelelelawar putih itu muncul setelah magrib,” katanya.
Upaya Suherman bersama warga itu tidak sia-sia. Kelelawar putih itu berhasil ditangkap pada Minggu malam (7/2) dengan terperangkap jaring yang dipasang. “Saya sudah memantau pergerakan kelelawar itu, ketika saya pasang jaring di titik yang biasanya dilewati, akhirnya kelelawar itu tertangkap,” ungkapnya.
Kelelawar berwarna putih dengan mata dan lidah berwarna merah itu, terang dia, dipelihara di rumahnya. Sehari setelah ditangkap, kelelawar itu tampak stress dan tidak mau makan karena banyak dilihat orang. Tapi akhirnya mau makan buah yang disediakan. “Saya kasih rambutan dan pisang mau makan, pergerakannya gesit,” paparnya.
Suherman mengaku akan memelihara hewan yang tergolong langka tersebut, dan belum berniat menjual kelelawar tersebut. “Tidak saya jual, mau saya pelihara karena kelelawar ini unik,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Kepala Resort Wilayah XIV BKSDA Banyuwangi Nurul Huda Sani menyatakan kelelawar atau codot bernama latin cynopterus brachyotis yang berwarna putih itu karena kelaian genetis alias albino. “Albino itu kondisi di mana tubuh kekurangan melanin, suatu pigmen yang memberi warna pada rambut, kulit, dan mata,” terangnya.
Pada hewan albino, terang dia, matanya cenderung terang, kulitnya pucat, dan semua rambutnya hampir putih. “Itu penyakit resesif autosom yang perkembangbiakan dari gen yang serupa. Biasanya itu pada perkawinan dengan anak, saudara kandung, atau sepupu. Kelelawar itu tidak dilindungi dan tidak masalah dipelihara warga,” cetusnya.(kri/abi)