JawaPos.com - Infrastruktur saluran irigasi Bendungan Karangdoro yang berada di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, bisa dibilang cukup ikonik. Bendungan peninggalan Belanda itu dilengkapi jembatan penghubung DEsa Karangdoro menuju Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung
Di bendungan itu, sejak beberapa tahun lalu digelar lomba perahu. Dan itu menjadi potensi wisata yang tinggi. Apalagi wisatawan asing yang menginap di sejumlah hotel di Kecamatan Kalibaru dan akan ke Sukamade, Kecamatan Pesanggaran, banyak yang melintas dan berhenti di tempat itu. “Kami sudah berupaya melakukan peningkatan nilai di lokasi itu,” terang Camat Tegalsari Satrio.
Salah satu yang sudah bisa dilakukan, terang dia, menghidupkan kegiatan di sekitar aliran sungai dan bendungan yang memiliki nilai sejarang sangat tinggi itu. “Lomba perahu sudah kita lakukan, evaluasinya cukup baik,“ jelasnya.
Menurut Satrio, di sekitar bendungan dan sungai itu juga banyak potensi, selain sumberdaya air yang cukup melimpah, di lokasi itu juga memiliki tradisi spei (mencari ikan saat sungai pengeringan) yang bisa menyedot perhatian ribuan warga. “Saat spei banyak orang datang mencari kremis,” jelasnya.
Pengembangan wisata itu, terang dia, jika bisa diupayakan akan dapat disatukan dengan persemaian stek pucuk jati di Dusun Sumberagung, Desa Karangdoro. “Itu sepertinya satu-satunya di Banyuwangi,” ungkapnya.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Choliqul Rido mengungkapkan, rencana peningkatan dan pengembangan wisata di Bendungan Karangdoro sudah dibuat. Hanya saja, pelaksanaan terhambat dan belum bisa ditindaklanjuti karena adanya pandemi. “Sudah ada, tapi terhambat oleh pandemi Covid-19,” dalihnya.
Rencanya pengembangan itu meliputi atraksi permainan air, putar kayun perahu, bukit Teletubbies yang juga ada bangunan Belanda, pembuatan taman bunga, dan sentra kuliner di pinggir kanal ke arah timur. “Ada sejumlah pembahasan teknis, mulai bukit Teletubbies dan wahana air,” cetusnya.(sli/abi)