Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diterjang Angin, Tanaman Padi Ambruk

Ali Sodiqin • Sabtu, 16 Januari 2021 | 21:24 WIB
diterjang-angin-tanaman-padi-ambruk
diterjang-angin-tanaman-padi-ambruk

JawaPos.com – Petani di Desa Benculuk dan Sarten, Kecamatan Cluring terpaksa memanen cepat karena tanaman padinya ambruk akibat diterjang angina dan hujan deras, kemarin (15/1). Gara-gara dipanen cepat itu, hasil panen menurun hingga 25 persen.

Salah seorang petani Hamidin, 53, asal Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Sraten, mengungkapkan seharusnya tanaman padi itu dipanen pada usia antara 90 hingga 100 hari. Tapi karena ambruk, panennya dipercepat. “Tanaman padi ambruk akibat diterjang angin kencang, ini umur masih 80 hari harus segera dipanen,” ujarnya.

Karena tanaman padi ambruk, terang dia, hasil panen menjadi kurang normal. Jika sebelumnya di areal seluas 2.000 meter persegi mampu menghasilkan satu ton, kini menurun hingga 25 persen, atau hanya mendapat 0,75 ton atau 750 kilogram. “Tidak apa-apa, daripada membusuk dan tidak mendapatkan hasil,” ungkapnya.

Agar padi tidak terendam air, petani mengikat batang padi agar berdiri. Sebenarnya, hasil panen musim ini terbilang bagus, tapi cuaca menjadi kendala. “Saat ini yang menjadi kendala jika hujan turun pada malam hari dan disertai angin kencang,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan mengakui ada sejumlah titik yang mengalami padi ambruk. Itu karena curah hujan tinggi disertai angin. “Beruntung, tanaman padi yang roboh itu sudah masuk usia panen, tetapi kondisi semacam itu hanya sebagian kecil saja,” cetusnya.

Saat ini hasil produksi panen padi cukup bagus, dan tidak ada serangan hama. Selain itu, tidak banyak wilayah yang mengalami banjir. “Dampak padi ambruk karena cuaca ekstrem, wilayah yang sering terkena dampak seperti itu di Kecamatan Blimbingsari, Srono, Cluring, dan Muncar,” jelasnya.(kri/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#pertanian #angin kencang