Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Awas, Penipuan Modus Bantuan Sembako, Kalung Emas Milik Nenek Ini Raib

Ali Sodiqin • Jumat, 8 Januari 2021 | 01:30 WIB
awas-penipuan-modus-bantuan-sembako-kalung-emas-milik-nenek-ini-raib
awas-penipuan-modus-bantuan-sembako-kalung-emas-milik-nenek-ini-raib

JawaPos.com – Dugaan penipuan dengan modus pemberian bantuan paket sembako untuk janda tidak mampu, kembali terjadi Selasa sore (5/1). Kali korbannya Sareah, 70, warga Dusun Klontang, RT 2, RW3, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.

Kalung emas seberat 25 gram milik nenek yang biasa jualan garam di Pasar Gendoh itu, dibawa kabur oleh orang yang tidak dikenal setelah memberi bantuan paket sembako. “Orang itu datang ke rumah,” terang Sareah saat ditemui Jawa Pos Radar Genteng di rumahnya, kemarin (5/1).

Orang yang tidak dikenal itu, terang dia, datang dengan naik motor. Orang aneh itu, ke rumahnya untuk menyerahkan bantuan berupa beras dan detergen. “Orang itu bilang ingin memberi bantuan pada para janda yang tidak mampu,” katanya.

Sareah mengaku tidak curiga sama sekali. Meski tidak dikenal, langsung diminta masuk ke rumah. Apalagi, orang itu menyampaikan ingin menyalurkan bantuan. “Saya tidak mengenali orang itu,” ujarnya.

Saat berada di rumah, jelas dia, orang itu meminta KTP dengan dalih ingin mencatat data penerima bantuan. Atas permintaan itu, Marjuki, 42, anak Sareah, menyerahkan KTP milik ibunya. “Anak saya yang memberikan KTP kepada pelaku,” terangnya.

Usai menerima KTP milik korban, pelaku menyuruh Marjuki untuk foto ocopy KTP milik ibunya. Selama ditinggal anaknya, pelaku meminta korban melepas kalung dan gelang yang dipakai. “Minta kalung dan gelang dilepas karena akan difoto,” jelasnya.

Atas permintaan itu, korban tetap tidak curiga dan menuruti kemauan pelaku. Mulanya, nenek itu melepas dua gelang emasnya masing-masing beratnya 20 gram dan 7 gram. Kedua perhiasan itu, dimasukan ke almari dekat ruang tamu dan dikunci rapat. “Pelaku itu lalu minta saya melepas kalung,” jelasnya.

Seperti sebelumnya, lagi-lagi korban menurut dan melepas kalung seberat 25 gram. Kalung itu, disimpan di dalam wadah yang berisi jarum dan benang dan diletakan di atas meja tamu. Tak lama, korban oleh pelaku difoto untuk keperluan laporan penerima bantuan. “Setelah itu, saya diminta mencari KTP milik janda lain, katanya juga akan diberi bantuan,” terangnya.

Seperti terkena hipnotis, korban menuruti permintaan pelaku. Nenek itu pergi ke rumah tetangga yang kebetulan janda. Saat ditinggal itu, di rumah itu hanya pelaku. Dan itu, dimanfaatkan pelaku untuk beraksi. Kalung emas milik korban yang disimpan di wadah jarum dan benang, langsung disikat. “Saya tinggal, pelaku di rumah sendirian,” jelasnya.

Saat ibunya pergi ke rumah tetangga untuk minta KTP, Marjuki yang diminta foto copy KTP datang. Saat datang itu, rumahnya sudah kosong. Tamunya yang akan memberi bantuan, juga tidak ada. “Saya dijemput Marjuki lalu pulang bersama,” terangnya.

Saat pulang itu, Sareah bersama anaknya baru sadar kalau tertipu. Itu setelah dilihat kalung emas seberat 25 gram yang ditaruh di wadah, sudah tidak ada. Sedang dua gelang emas yang disimpan di almari, masih utuh karena almarinya dikunci. “Kalung hilang, kalau gelang masih ada,” ungkapnya.

Ia menyebut ciri-ciri korban memiliki postur badan tinggi dan besar, umur sekitar 40 tahun dan bicaranya berlogat seperti Madura. Pelaku itu, datang ke rumahnya sendirian dengan naik motor Honda Scoopy warna cokelat. “Pelaku mengaku pegawai toko modern dan ingin memberi bantuan sembako kepada warga kurang mampu,” cetusnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta. Atas kejadian itu, nenek itu mengalami syok berat dan masih tidak percaya jika sudah tertipu. “Orangnya itu itu seperti baik, saya tidak curiga sama sekali,” katanya.

Kepala Dusun  Klontang, Desa Gendoh, Rahmad Hidayat mengatakan kejadian seperti itu baru kali pertama di lingkungannya. Pelaku sengaja datang ke rumah korban dengan membawa paket sembako. “Jika ada orang asing yang menawarkan paket sembako, sebaiknya dihindari dan jangan dipersilahkan masuk ke rumah,” pintanya.

Rahmad mengaku korban masih belum lapor ke polsek. Tapi, ia akan mendampingi nenek itu untuk melaporkan. “Kami minta polisi mengusut kasus ini, warga jadi gelisah dan takut,” ujarnya.(kri/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#bansos #pencurian