JawaPos.com – Petani jambu kristal di Desa Sembulung, Kecamatan Cluring resah lantaran tanaman buahnya di serang tikus dan kelelawar. Akibat diserang hama hewan pengerat tersebut, buah jambu menjadi busuk dan tidak dapat dipanen.
Petani jambu kristal, Ansori, 52, warga Dusun Krajan, Desa Sembulung, mengatakan tikus dan kelelawar menyerang kebun jambu kristalnya sejak awal Desember 2020 lalu. Tikus menyerang pentil dan juga batangnya. Sedang kelelawar memakan jambu yang siap dipanen. “Tamanan jambu tidak dapat tumbuh, buah jambu yang akan dipanen menjadi busuk,” ujarnya.
Untuk mengatasi serangan tikus dan kelelawar itu, Ansori membungkus buah jambu yang masih pentil dengan plastik. Itu dilakukan agar tikus dan kelelawar tidak dapat memakan buah jambu yang ada di kebunnya. Sedangkan pada batang pohon jambu yang sering digrogoti tikus, ditaburi bubuk kapur. “Setelah saya lakukan upaya itu, serangan tikus dan kelelawar sedikit berkurang,” terangnya.
Tak hanya diserang oleh hama saja, saat ini harga jambu kristal di pasaran juga anjlok. Untuk satu kilogram buah jambu kristal harganya hanya Rp 2.000. Dengan harga itu, membuat petani terancam bangkrut. “Saat ini petani jambu kristal merugi, sudah diserang hama, harga juga anjlok,” katanya.
Menurut Ansori, harga normal jambu kristal itu sekitar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram. Harga jambu kristal dibawah Rp 5.000 per kilogram, dipastikan petani merugi karena tidak dapat menutupi biaya operasional. “Saat ini banyak petani yang panen buah, imbasnya harga jambu kristal menjadi anjlok,” ujarnya.(kri/abi)