Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sungai Irigasi Dikeringkan, Ramai-Ramai Setrum Ikan

Ali Sodiqin • Rabu, 21 Oktober 2020 | 23:07 WIB
sungai-irigasi-dikeringkan-ramai-ramai-setrum-ikan
sungai-irigasi-dikeringkan-ramai-ramai-setrum-ikan

JawaPos.com – Meski menangkap ikan menggunakan alat setrum sudah dilarang karena berbahaya dan merusak ekosistem, tapi masih ada yang nekat dan tidak peduli. Itu seperti sejumlah warga di Desa/Kecamatan Cluring, kemarin (20/10). Saat sungai besar di daerahnya kering, mereka mencari ikan menggunakan alat setrum.

Rusdianto, 47, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Cluring mengatakan menangkap ikan menggunakan alat setrum lebih efektif, dan hasilnya juga lebih banyak. Meski dilarang, tapi masih banyak warga menggunakan alat tangkap ini. “Lebih mudah dan praktis daripada menangkap ikan menggunakan jaring,” ujarnya.

Keringnya aliran sungai di kampungnya, sengaja dimanfaatkan warga untuk mencari ikan di dasar sungai. Meski ikan dapat ditangkap menggunakan jaring, tetapi banyak warga lebih nyaman menggunakan alat setrum. “Hasilnya juga bisa lebih banyak,” dalihnya.

Kepala Desa Cluring Sunarto menjelaskan pemerintah desa sebenarnya sudah melarang warga menangkap ikan menggunakan alat tangkap setrum. Tapi karena sedang ada kegiatan pengeringan sungai, warga ramai-ramai turun ke sungai untuk menangkap ikan. “Sudah kami larang (pakai setrum), dan itu merusak lingkungan dan ekosistem sungai,” katanya.

Larangan menggunakan alat setrum itu, sampai saat ini memang belum ada peraturan desa (perdes). Tapi, sudah ada aturan yang tidak memperbolehkan menangkap ikan dengan alat tangkap setrum, jadi tidak perlu ada aturan yang dobel. Ia akan memberikan sosialisasi kepada warga untuk tidak lagi menangkap ikan menggunakan alat tangkap setrum. “Akan kami beri pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan alat tangkap setrum,” cetusnya.

Editor : Ali Sodiqin
#cari ikan #genteng