Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Panitia Pembangunan Rumah Keteteran

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 25 Juli 2018 | 02:45 WIB
panitia-pembangunan-rumah-keteteran
panitia-pembangunan-rumah-keteteran


SINGOJURUH - Progres panitia pembangunan rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh pada Jumat lalu (22/6), terkesan sangat lambat. Malahan, mereka seperti keteteran.



Hingga kemarin (23/7), panitia yang dibentuk Pemerintah Desa Alasmalang untuk membangun dan memperbaiki rumah yang rusak berat, baru satu rumah yang dibangun, sedang rumah lainnya harus menunggu. Warga yang tidak sabar, kini banyak yang memperbaiki sendiri.



Bila sebelumnya panitia akan membangun delapan rumah warga yang rusak berat, kini malah menyusut. Rencananya, panitia hanya akan membangunkan tiga rumah. Tiga rumah itu, milik Pandik, 55; Hari Nurhadi, 50, dan Asmawati, 59, semuanya warga Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang. “Ada tiga rumah yang akan dibangun, satu rumah yaitu miliknya Pandik dalam proses pembangunan,” ujar ketua panitia penerima bantuan dan pendistribusian Desa Alasmalang, Samiaji.



Rumah milik Pandik yang kini sedang dibangun itu, terang dia, dalam pembangunannya dibantu oleh PTPN XII. Sedangkan dua rumah lagi, akan dibangun menggunakan dana bantuan yang diterima di kantor Desa Alasmalang. “Kita sudah siapkan bahan bangunan, tinggal proses pembangunan saja,” katanya.



Rumah milik Asmawati, 59, itu sebenarnya akan dibangun sendiri oleh pemiliknya. Mereka berencana akan membangun rumahnya yang lebih baik lagi. “Rumah milik Asmawati itu masuk daftar yang akan dibangun, makanya kita perlu koordinasi kembali dengan pemiliknya,” ujarnya.



Sedang rencana pembangunan rumah milik Hari Nurhadi, masih kata dia, pihaknya masih mencari tenaga pekerja yang bisa membantu proses pem­bangunan. Saat ini, panitia masih fokus pembangunan rumah milik Pendik. “Kita cari tukang tambahan, agar rumah milik Hari Nurhadi bisa segera dibangun,” jelasnya.



Samiaji mengakui sampai saat ini masih satu rumah yang sedang dibangun panitia. Kendalanya, jelas dia, tenaga kerja yang tidak ada. “Kita masih mencari tukang bangunan itu, bahannya sudah ada,” dalihnya pada Jawa Pos Radar Genteng.



Salah satu tukang bangunan, Dul Hadi, 48, mengatakan banyak bangunan rumah rusak ringan kini sudah diperbaiki. Dalam perbaikan itu, bahan bangunan dari kantor desa. Sedang biaya lain, menggunakan dana pribadi. “Mereka ingin segera selesai,” katanya.



Untuk bahan bangunan yang didapat dari kantor desa, terang dia, berupa semen, batu bata, dan pasir. Untuk tukang bangunan dibayar menggunakan dana pribadi. “Kalau bahannya banyak dikasih, tapi ongkos tukangnya ya pakai dana pribadi,” jelasnya.



Editor : Rahman Bayu Saksono
#ptpn xii #singojuruh