BANYUWANGI – Dunia maya dihebohkan oleh seorang pria tajir. Namanya Wahyu Widodo atau akrab dijuluki Wahyu Raja Sengon. Dia membuat heboh lewat pernyataannya di media sosial jika mampu menaklukkan seluruh wanita di negeri ini.
Suami dari anggota DPRD Sri Utami Faktuningsih asal Muncar tersebut mengaku punya jurus jitu menaklukkan wanita, terutama purel pemandu karaoke. ”Saya sudah menaklukkan wanita se-Nusantara. Saya punya jurus jitu untuk menaklukkan purel (pemandu lagu karaoke),” ujar Wahyu Widodo dalam video yang viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1,36 menit itu, lelaki warga Dusun Krajan, RT 04 RW 01, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar itu juga disebut sebagai Raja Sawer dan memiliki uang berlimpah. ”Uang saya nggak bisa habis. Tiap hari, 16 kontainer tiap hari datang. Kalau datang ya dikawal tuit tuit terus,” jelas Wahyu dalam video yang diunggah di media sosial tersebut.
Mendapati video viralnya dengan uang melimpah tersebut, aparat kepolisian langsung mengambil langkah antisipasi dengan memburu suami dari anggota DPRD Banyuwangi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman membenarkan jika dia telah memerintahkan anggotanya untuk memburu Wahyu si Raja Sengon untuk mengklarifikasi kebenaran video yang viral tersebut. ”Jika hal itu benar, maka tentu saja akan menimbulkan keresahan dan perasaan tidak nyaman di masyarakat. Karena menyimpan uang sebanyak itu bisa memancing timbulnya kejahatan dan mengancam keselamatan yang bersangkutan,” jelas Kapolres.
Dari hasil laporan anggotanya, bahwa yang bersangkutan mengakui membuat video tersebut lebih kurang empat bulan lalu dengan tujuan candaan dan dipergunakan untuk konsumsi WhatsApp grup komunitas Partai Berkarya. Video itu dibuat di rumahnya di Perum Sutri, dan yang bertugas mengambil gambar video adalah adiknya yang bernama Feri, 30, salah seorang PNS di Banyuwangi.
Selanjutnya, video itu diunggah ke YouTube oleh Islam Peace 212 dengan dilakukan tambahan editing gambar yang bukan hasil pengambilan gambar Wahyu Raja Sengon. Sehingga tampak sedemikian rupa sesuai dengan keinginan si pengunggah. Video hasil syuting yang diunggah ke YouTube tersebut tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Dalam video memperlihatkan tumpukan uang yang dijaga beberapa satpam di atas mobil bukanlah video miliknya.
”Jadi, video tersebut direkam menggunakan iPhone 6 kira-kira pada bulan Ramadan 2018 lalu dan iPhone tersebut telah dijual dan tidak benar jika mempunyai uang sebanyak itu. Apalagi sampai 16 kontainer itu tidak benar,” terang Kapolres.
Editor : Rahman Bayu Saksono