Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gabung Relawan, Wandra Malah Ditodong Nyanyi

AF Ichsan Rasyid • Jumat, 29 Juni 2018 | 21:35 WIB
gabung-relawan-wandra-malah-ditodong-nyanyi
gabung-relawan-wandra-malah-ditodong-nyanyi


SINGOJURUH - Bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi tidak hanya berupa bantuan fisik dan materi. Bantuan pemulihan mental dan spiritual juga diberikan kepada para korban. Seperti halnya pengajian umum dan trauma healing.


Salah satunya dilakukan artis Banyuwangi, Wandra. Artis dengan segudang prestasi itu ikut kegiatan trauma healing bersama dengan para relawan.


Sontak kedatangan penyanyi papan Banyuwangi tersebut menjadi daya tarik warga. Tidak hanya anak-anak, kalangan orang dewasa pun turun berjubel. Kegiatan having fun yang dilaksanakan di kompleks Masjid At Taqwa, Dusun Garit dan di Masjid Nurul Jadid, Dusun Bangunrejo Desa Alasmalang itu berlangsung meriah.


Wandra awalnya hanya menyapa warga dan bermain games bersama puluhan anak-anak itu, akhirnya juga ditodong warga korban banjir untuk bernyanyi. ”Nyanyi Kelangan, Kak,” ujar anak-anak hampir serempak.


Tanpa iringan musik dan pengeras suara yang pas-pasan, Wandra bernyanyi dengan riang bersama anak-anak dan warga. ”Kita sengaja datang untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Semoga sedikit kontribusi ini, bisa meringankan beban mereka,” ujar Wandra.


Tidak hanya di satu tempat, Wandra juga mendatangi kegiatan yang sama yang digelar di halaman Masjid Nurul Jadid, Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang. Di tempat itu pun Wandra ditodong untuk menyanyi. Dalam kesempatan itu, Wandra juga membagikan sejumlah hadiah yang sengaja di bawa ke lokasi bencana. ”Kami ingin berbagi kepada anak-anak dan warga korban bencana. Karena saya juga adalah bagian masyarakat Banyuwangi. Duka mereka adalah duka kami,” jelas artis kelahiran Desa Kebaman, Srono itu.


Tidak hanya Wandra. Dalam kesempatan hampir bersamaan, Bupati Anas juga hadir menyapa warga di Masjid Nurul Jadid Alasmalang malam itu. Bupati Anas mengajak anak-anak korban bencana dengan bercanda. ”Ayo tepuk Pramuka dulu, biar gembira,” ajak Anas yang langsung diikuti oleh puluhan anak-anak.


Menurut Bupati Anas, untuk pemulihan psikologis kepada korban bencana banjir, akan diadakan pengajian di setiap masjid secara bergilir. Siraman rohani juga diberikan untuk menguatkan mental dan spiritualitas warga dalam menghadapi musibah.


Selain penguatan mental dan spiritual yang ditujukan kepada orang dewasa, juga ada trauma healing dengan kegiatan having fun, bermain sambil belajar yang digelar oleh para relawan. ”Kami mengajak anak-anak bergembira dengan bermain sambil belajar. Kita mulai setelah salat Isya setiap malam hingga beberapa hari ke depan,” ungkap salah satu relawan Bara Putri Rianda yang telah melakukan trauma healing sejak malam kedua pascabencana. Trauma healing juga diberikan oleh Pengurus Daerah Ikatan Konselor Indonesia (IKI) Jawa Timur. Mereka memberikan psikososial kepada para warga yang aktivitasnya dipusatkan di masjid. ”Ini tidak hanya panggilan kemanusiaan, tapi juga panggilan keimanan. Kita hadir di sini, bersama beberapa konselor yang akan membantu warga menyelesaikan berbagai permasalahan psikososial,” ungkap Wakil PD IKI Jatim Lilik Subekti.


Fungsi psikososial sendiri untuk membantu pemulihan mental para korban. Dari sisi pikiran, hati, dan yang gangguan yang bersifat inderawi. ”Masih sering mimpi buruk, sulit tidur pendengaran terngiang-ngiang suara banjir, seringkali termenung atau melamun adalah macam-macam gangguan mental ringan yang umum terjadi pada korban bencana,” tandas Lilik.(ddy/bay)

Editor : AF Ichsan Rasyid