Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalan di Jalur Selatan Macet Lima Jam

Rahman Bayu Saksono • Minggu, 3 Juni 2018 | 02:30 WIB
jalan-di-jalur-selatan-macet-lima-jam
jalan-di-jalur-selatan-macet-lima-jam



GLENMORE - Truk fuso pengangkut tebu tergguling di jalan raya Dusun Krikilan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kamis petang (1/6). Gara-gara kecelakaan itu, jalan utama jurusan Banyuwangi-Surabaya di jalur selatan sempat macet total.



Truk dengan nomor polisi AG 8840 UA dan disopiri Yulianto, 47, warga Desa Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, terguling ke arah badan jalan dan tebu yang dibawa tumpah hingga menutup ke seluruh badan jalan. “Jalan macet karena badan jalan tertutup truk dan tebu yang berserakan,” terang Kanit Lantas Polsek Kalibaru, Ipda Nanang Wardhana.



Nanang menyebut, akibat truk pengangkut tebu yang terguling itu jalan di jalur selatan sempat macet. Antrean panjang kendaraan sempat terjadi karena semua ken­daraan tidak bisa lewat. “An­trean ada sekitar tiga kilometer dari dua arah,” katanya.



Kecelakaan tunggal yang me­nimpa truk di jalan raya Dusun Krikilan, Desa Tegalharjo, Kecama­tan Glenmore, itu terjadi sekitar pukul 17.30. Truk dengan nomor polisi AG 8840 UA yang disopiri Yulianto, 47, dan didampingi Alfin, 17, anaknya yang juga kernek, melaju dari arah Timur. “Truk mengangkut tebu dengan beban antara tujuh hingga delapan ton,” terangnya.



Setiba di lokasi kejadian, terang dia, truk berhenti karena ban be­lakang bagian kana kempes. Sopir bersama kernek mencoba mengganti ban dengan memasang mendongkrak. Diduga, saat mema­sang dongkrak itu kurang pas dan akhirnya meleset. “Karena beban yang terlalu berat, dongkrak tidak kuat menahan, akhirnya truk ter­guling dengan mengarah ke badan jalan,” ujarnya.



Saat truk itu terguling kea rah ba­dan jalan, semua tebu yang dibawa tumpah ke badan jalan. Dan itu, mem­buat jalan raya macet total. Sejak pukul 17.30 hingga pu­kul 18.30, jalan tidak bisa dilewati kendaraan. “Warga sekitar mem­bantu membersihkan tebu yang menumpuk di jalan,” terang­nya.



Setelah tebu berhasil dibersihkan, lanjut dia, mulai pukul 18.30, jalan mulai bisa dilewati kendaraan dengan sistim buka tutup. “Kita berlakukan sistim buka tutup ini hampir lima jam lamanya,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.



Menurut Nanang, dalam kecela­kaan itu tidak ada korban. Sopir truk Yulianto, nyaris tertimpa truk saat mendongkrak. Untungnya, tubuh sopir berhasil ditarik oleh Alfin, kernet yang juga anaknya, saat truk mulai terguling. “Sopir truk hanya mengalami luka lecet akibat penyelamatan yang dila­kukan oleh kernetnya,” jelasnya.



Untuk memberikan rasa tenang kepada pengguna jalan yang terjebak macet, Nanang mengaku membagikan takjil kepada peng­guna jalan yang sedang menja­lankan ibadah puasa. Seluruh muatan tebu yang tergguling, berhasil dipindahkan ke truk lain­nya. “Lalu lintas kembali lan­cer, truk dan seluruh tebu yang ber­ceceran di jalan raya berhasil di evakuasi,” tandasnya.



Editor : Rahman Bayu Saksono
#kecelakaan #glenmore