Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengaku Kelaparan, Kakak - Adik Mencuri

Rahman Bayu Saksono • Jumat, 25 Mei 2018 | 02:45 WIB
mengaku-kelaparan-kakak-adik-mencuri
mengaku-kelaparan-kakak-adik-mencuri


TEGALSARI - Kakak dan adik berinisial RI, 15, dan IH, 11, ini benar-benar berbuat nekat. Keduanya akan membobol rumah kosong milik warga di Dusun Blokagung, RT2, RW2, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin malam (23/5).



Aksi kedua anak itu, ternyata dipergoki warga. IH yang tinggal di Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, itu akhirnya berhasil ditangkap warga, sedang RI berhasil kabur. Saat ditangkap warga, bocah itu sempat diarak kampung dan nyaris menjadi korban amuk massa. “Anak itu hampir dihajar massa, lalu saya dekap,” terang Hariyono, 43, warga Dusun Blokagung, Desa Karangdoro.



Aksi bocah itu terjadi sekitar pukul 20.00. Saat itu, kakak dan adik kandung itu datang ke rumah kosong yang masih satu kampung dengan rumahnya. Di depan rumah itu, keduanya men­coba menggergaji pintu. “Saat menggergaji pegangan pintu, ada warga yang tahu,” terangnya.



Warga yang merasa curiga, jelas dia, langsung berteriak maling. Dan teriakan itu. Membuat warga kampung geger. Mereka keluar rumah dan mengejar pelaku. “IH berhasil ditangkap warga, sedang kakaknya RI berhasil kabur,” terangnya.



Hariyono menyebut selama ini warga yang ada di kampungnya memang banyak yang kehilangan. Diduga, pelakunya itu kakak dan adiknya itu. “Warga marah dan nyaris menghajar bocah itu,” ka­tanya.



Saat ditangkap warga, Hariyono mengaku tidak tega saat bocah yang masih kecil itu diarak. Merasa iba, dia bersama perwakilan warga menuju ke Polsek Tegalsari untuk menjamin anak itu. “Saya angkat anak, kasihan dia, kakaknya kabur dan tidak jelas keberadaannya,” ungkapnya.



Dalam keterangannya, jelas dia, IH dan RI ini tinggal bersama ba­paknya. Sedang ibunya, bekerja di luar negeri. Selama ini, keduanya tidak sekolah dan disuruh bekerja sebagai kuli bangunan dan me­nyadap pohon kelapa untuk diambil air nira. “Tidak tahan ikut bapaknya, lalu kabur,” cetus­nya.



Selama kabur dari rumah, jelas dia, kedua anak itu tidak memiliki bekal. Sehingga, adik dan kakak itu nekat mencuri di rumah warga. “IH mengaku mencuri karena merasa kelaparan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.



Anak itu, masih kata dia, menga­ku sudah beberapa kali mencuri. Pertama mencuri bekal makanan milik buruh perkebunan tebu, selanjutnya mencuri buah-buahan milik tetangga. “Sekarang ikut saya, rencana akan saya sekolah­kan,” ujarnya.



Juragan mebel Mayar Mekar itu menyebut mental IH sempat drop saat ditangkap warga. Untuk me­mulihkan semngatnya, dia diajak jalan-jalan agar bisa melupakan malam kejadian itu. “Sebenarnya IH tidak salah, bocah tersebut terpaksa mencuri karena kela­paran,” dalihnya.



Kapolsek Tegalsari AKP Bambang S mengatakan, kasus dugaan pen­curian itu telah diselesaikan warga. Para korban juga tidak mem­permasalahkan mengingat pela­kunya masih kecil. “Nilainya juga termasuk kecil,” katanya.



Editor : Rahman Bayu Saksono
#pencurian