SINGOJURUH - Para korban banjir di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh mengeluhkan bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi yang dibagikan pada Rabu (16/5). Di antara bantuan itu, terutama susu kaleng ternyata sudah kedaluwarsa.
Warga di sekitar aliran sungai itu, mendapat bantuan karena diterjang banjir pada Selasa sore (15/5). Dalam bencana alam itu, Dinsos Banyuwangi mendistribusikan bantuan paket sembako berupa beras, krupuk, susu, kacang hijau, mie instan, kecap, dan garam.
Bantuan itu diberikan pada Rabu (16/5) di tiga dusun yang ada di Desa Alasmalang. Ketiga dusun itu adalah Dusun Karangasem, Dusun Wonorekso, dan Dusun Bangunrejo. Dari bantuan paket sembako itu, ternyata susu yang diberikan sudah kedaluwarsa. “Ini sudah kedaluwarsa sejak Oktober 2017 lalu,” ujar salah satu warga yang menerima bantuan, Septi Holis, kemarin (18/5).
Septi mengaku baru mengetahui susu yang diterima itu kedaluwarsa setelah dua hari. Karena selama itu, mereka tidak pernah melihat bantuan tersebut. “Baru buka setelah dua hari dari penyerahan bantuan,” kata lelaki 49 tahun tersebut.
Kepala Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Langgeng mengaku tahu ada susu kedaluwarsa itu setelah mendapat laporan dari warga yang menerima paket bantuan. Dari laporan itu, dia langsung melaporkan ke kantor desa. “Semua susu yang kedaluwarsa itu akhirnya ditarik,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi melalui Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Bencana, Ripai mengatakan, susu kedaluwarsa yang sudah dibagi pada warga, semua sudah diganti. “Semua susu kedaluwarsa sudah ditarik dan diganti,” katanya.
Ripai menyebut ada 30 susu kaleng yang dibagikan pada para korban banjir. Saat itu, pihaknya tidak tahu kalau susunya sudah kedaluwarsa karena memang tidak dicek. “Susu itu stok triwulan keempat di tahun kemarin, tapi sekarang sudah kita ganti dengan susu kaleng yang baru,” katanya.
Ripai menambahkan jika terjadi sesuatu pada warga yang mengonsumsi susu kedaluwarsa itu, dinsos tetap akan bertanggung jawab. “Kalau ada apa-apa, kita akan bertanggung jawab dengan koordinasi dinas kesehatan,” ujarnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono