Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bantuan Susu Korban Banjir Kedaluwarsa

Rahman Bayu Saksono • Minggu, 20 Mei 2018 | 03:45 WIB
bantuan-susu-korban-banjir-kedaluwarsa
bantuan-susu-korban-banjir-kedaluwarsa



SINGOJURUH - Para korban banjir di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh me­ngeluhkan bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi yang dibagikan pada Rabu (16/5). Di antara bantuan itu, terutama susu ka­leng ternyata sudah kedaluwarsa.



Warga di sekitar aliran sungai itu, mendapat bantuan karena diterjang banjir pada Selasa sore (15/5). Dalam bencana alam itu, Dinsos Ba­nyuwangi mendistribusikan bantuan paket sembako berupa beras, krupuk, susu, kacang hijau, mie instan, kecap, dan garam.



Bantuan itu diberikan pada Rabu (16/5) di tiga dusun yang ada di Desa Alasmalang. Ketiga dusun itu adalah Dusun Karangasem, Dusun Wonorekso, dan Dusun Bangunrejo. Dari bantuan paket sembako itu, ternyata susu yang diberikan sudah kedaluwarsa. “Ini sudah kedaluwarsa sejak Oktober 2017 lalu,” ujar salah satu warga yang menerima bantuan, Septi Holis, kemarin (18/5).



Septi mengaku baru mengetahui susu yang diterima itu kedaluwarsa setelah dua hari. Karena selama itu, mereka tidak pernah melihat bantuan tersebut. “Baru buka setelah dua hari dari penyerahan bantuan,” kata lelaki 49 tahun tersebut.



Kepala Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Langgeng mengaku tahu ada susu kedaluwarsa itu setelah mendapat laporan dari warga yang menerima paket bantuan. Dari laporan itu, dia langsung melaporkan ke kantor desa. “Semua susu yang kedaluwarsa itu akhirnya ditarik,” ungkapnya.



Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi melalui Kepala Seksi (Kasi) Penanganan Bencana, Ripai mengatakan, susu kedaluwarsa yang sudah dibagi pada warga, semua sudah diganti. “Semua susu kedaluwarsa sudah ditarik dan diganti,” katanya.



Ripai menyebut ada 30 susu kaleng yang dibagikan pada para korban banjir. Saat itu, pihaknya tidak tahu kalau susunya sudah kedaluwarsa karena memang tidak dicek. “Susu itu stok triwulan keempat di tahun kemarin, tapi sekarang sudah kita ganti dengan susu kaleng yang baru,” katanya.



Ripai menambahkan jika terjadi sesuatu pada warga yang mengonsumsi susu keda­luwarsa itu, dinsos tetap akan bertanggung jawab. “Kalau ada apa-apa, kita akan bertang­gung jawab dengan koordinasi dinas keseha­tan,” ujarnya.



Editor : Rahman Bayu Saksono
#singojuruh