Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sunaryo Jarang Pulang ke Rumah

Rahman Bayu Saksono • Kamis, 19 April 2018 | 01:30 WIB
sunaryo-jarang-pulang-ke-rumah
sunaryo-jarang-pulang-ke-rumah


PESANGGARAN - Rumah Sunaryo alias Jack, 40, warga Dusun Mulyoasri, RT 1/RW 4, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, yang digerebek polisi karena dibuat tempat pesta sabu bersama dua warga negara asing (WNA) asal Amerika, Michelle Justin dan Christhoper Alan, kini menjadi buah bibir di lingkungannya.



Karena rumah itu, selama ini dikenal sepi karena pemiliknya jarang pulang. Biasanya, hanya beberapa hari saja Sunaryo pulang dan menghilang lagi. “Yang punya rumah itu tidak pernah pulang,” terang salah satu tetangga.



Saat Jawa Pos Radar Genteng datang, rumah yang baru selesai dibangun itu terlihat sepi. Semua pintu rumah terkunci. Di depan rumah, ada sebuah mobil yang ditutupi. “Itu mobilnya Sunaryo,” terang tetangga itu.



Ayah mertua Sunaryo, Sukis, 65, mengatakan, rumah anaknya itu selama ini kosong. Itu setelah putrinya yang juga istri Sunaryo menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Thaiwan sejak 2014. “Anak saya jadi TKI, rumahnya sering kosong,” katanya.



Sukis mengaku tidak tahu Sunaryo yang juga menantunya itu kerja apa. Yang diketahui, Sunaryo bekerja sebagai buruh di tambang emas Gunung Tumpang Pitu yang dikelola PT BSI. “(Sunaryo) Kadang pulang dua hari sekali, tapi saya juga tidak memperhatikannya,” katanya.



Sukis tidak tahu menahu terkait rumah anaknya yang digerebek oleh anggota Satreskoba Polres Banyuwangi. Dia mengaku kalau me­nantunya itu ditangkap polisi pada Selasa pagi (17/4). “Menantu saya ditangkap polisi, itu saya tahu setelah pak kades (kepala desa) da­tang memberitahu dan membaca surat kabar,” ungkapnya.



Menurut Sukis, menantunya itu orang biasa. Sesekali, dia datang ke rumahnya untuk me­nyambangi anaknya yang sejak bayi dirawat. “Kalau pulang kadang jenguk anaknya, kadang ngasih uang tapi tidak sering,” terangnya.



Sunaryo yang ditangkap polisi itu, terang dia, juga sudah diketahui istrinya yang ada di Taiwan. Saat menghubunginya itu, istri Sunaryo itu menangis karena sedih suaminya ditangkap polisi terkait pesta sabu. “Istrinya sedih sekali,” ujarnya.



Sementara itu, Kades Sumbermulyo, Keca­matan Pesanggaran, Subali menjelaskan, Sunaryo itu sebenarnya warga Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Setelah menikah, ikut istrinya dan menjadi warganya. “Tidak ada yang luar biasa pada diri Sunaryo.



Subali mengaku juga baru tahu kalau warganya ditangkap polisi karena diduga pesta sabu di rumahnya. Dia juga tidak tahu bagaimana warganya itu bisa kenalan dengan dua WNA tersebut. “Saya tahu setelah baca Jawa Pos Radar Banyuwangi,” cetusnya.



Editor : Rahman Bayu Saksono