Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KDS Sebut Hanya Jual Sarden

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 11 April 2018 | 01:15 WIB
kds-sebut-hanya-jual-sarden
kds-sebut-hanya-jual-sarden


SEMENTARA itu, Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 27 merek ikan kaleng makarel dan sarden positif mengandung parasit cacing jenis Anisakis Sp, dan meminta importir dan produsen ikan kaleng segara menarik dari peredaran, tapi itu tidak sepenuhnya dilaksanakan.



Di swalayan KDS Genteng, aneka produk ikan sarden masih dipajang di etalase penjualan. Produk tersebut tidak di tarik oleh pihak pengelola. “Yang terindikasi mengandung parasit ikan makarel, bukan ikan kaleng sarden,” dalih Manager Market KDS Genteng, Mamik Dewi.



Saat ini, terang dia, yang didisplay di rak KDS Genteng itu semuanya merupakan produk ikan sarden. “Kami sudah menghubungi pihak suplayer, dan ternyata yang mengandung cacing adalah ikan makarel. Untuk ikan kaleng sarden masih aman,” ujarnya.



Mamik mengaku sudah mengetahui ikan kaleng yang terdeteksi cacing tersebut.



Pihaknya juga sudah mengetahui edaran yang dirilis oleh BPOM. Tapi, di KDS Genteng masih menjual ikan kaleng karena sudah konfirmasi kepada agen yang memasarakan. “Untuk produk makarel, kami tidak menjual dan sudah kami ketahui per tanggal 28 Maret 2018 lalu. Untuk produk yang kami jual ini produk ikan sarden dan itu tidak tercantum di rilis BPOM,” ucapnya.



Saat ini ikan kaleng sarden dan makarel sudah sulit ditemui di beberapa swalayan dan toko. Para penjual tidak mau ambil risiko. Mereka takut jika produk yang dijual berpengaruh buruk pada keseha­tannya. Apalagi kabar yang santer beredar bahan ikan makarel tersebut sebagian besar produk impor. “Saya sekarang tidak mengonsumsi ikan sarden dan makarel,” terang Anisa, 40, warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.



Untuk mengonsumsi ikan sarden, dia akan menunggu pernyataan aman yang dikeluarkan resmi BPOM. Meski masih di jual di swalayan, dirinya enggan membeli produk ikan kaleng tersebut. “Iya masih menunggu informasi resmi. Sekarang saya masih ragu karena beri­ta­nya santer beredar,” tandasnya.



Editor : Rahman Bayu Saksono