GENTENG - 27 merek produk ikan sarden dan makarel yang diduga mengandung cacing, kini sudah mulai langka dipasaran. Banyak pedagang yang sudah menarik, tapi juga ada yang masih menjual.
Salah satu pedagang di Pasang Genteng, Suciati, 45, mengatakan sudah tidak lagi menjual ikan sarden dan makarel sejak beberapa hari lalu. Selain tidak ada yang membeli, makanan jenis kalengan itu juga tidak banyak yang berminat jika dijual di pasar. “Saya sudah tidak menjual ikan sarden, pembeli lebih senang mencari ikan segar,” katanya.
Ikan sarden yang sudah tidak djual itu, juga terlihat di Sun Eas Mall Genteng. Di pusat perbelanjaan itu, rak yang biasanya diisi dengan berbagai merk ikan sarden dan makerel, kini tampak kosong. Seluruh produk itu sudah ditarik dan tidak boleh didisplay lagi. “Sudah ditarik sejak beberapa hari lalu,” terang Ratna, 20, salah satu pegawai Sun East Mall.
Rak yang sebelumnya dipajang ikan sarden, terang dia, kini dikosongkan. Di tempat itu, yang ada tinggal daging kaleng.. “Sama pimpinan disuruh mengosongi, mungkin karena ada berita cacing dalam kaleng ikan itu,” ungkapnya.
Kondisi itu berbeda dengan di pusat perbelanjaan KDS, Genteng. Di tempat itu, deretan ikan sarden masih terlihat dipajang kemarin (1/4). Sejumlah merek sarden yang masuk 27 jenis sarden yang diduga terindikasi ada cacingnya, juga maish dipajang. “Masih dijual,” cetus salah satu pelayan KDS.
Berita ada sarden yang mengandung cacing, membuat warga banyak yang resah. Apalagi, mereka banyak yang mengonsumsinya. “Saya sering masak ikan sarden di rumah,” terang Arini, 43, warga Desa Setail, Kecamatan Genteng.
Meski merek sarden yang dikonsumsi bukan merek yang dinyatakan positif oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tapi karena isunya viral, dia juga khawatir. “Bayangkannya saja jadi geli, makanya tidak usah masak sarden dulu,” katanya.(kri/abi)
Editor : AF Ichsan Rasyid