SRONO - Slamet Rohaini, 49, warga Dusun/Desa Kepundungan, Kecamatan Srono yang rumahnya disatroni kawanan rampok pada Rabu (13/9/2017), dini hari kemarin (7/3), took miliknya yang menyatu dengan rumahnya dibobol maling.
Dalam aksinya itu, pelaku berhasil membawa barang dagangan, uang tunai, dan sejumlah dokumen penting. Korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp 20 juta. “Kami sedang tertidur,” terang Slamet Rohaini.
Aksi maling itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00. Malam itu, korban mengaku tidur pada pukul 23.00. Sedang tetangganya yang dibuat cangkruan, baru bubar sekitar pukul 01.30. “Saya tahu ada maling saat bangun tidur,” terangnya.
Korban mengaku sempat kaget saat bangun sekitar pukul 04.00. Saat itu, dilihat tembok toko bagian barat yang menyatu dengan rumahnya sudah bolong cukup lebar. “Saya bangun tidur akan membangunkan anak yang tidur di toko, tapi temboknya kok sudah bolong,” katanya.
Melihat tembok tokonya yang bolong, korban yakin itu ulah maling. Bersama istri dan anaknya, langsung memeriksa barang di toko yang hilang. “Saya itu baru belanja, dan banyak barang dagangan yang hilang,” ujarnya.
Selain barang dagangan itu, terang dia, tas berisi uang hasil jualan sebanyak Rp 5 juta juga raib. Bukan hanya itu, dompet berisi surat kendaraan, kartu tanda penduduk (KTP), dan empat ATM yang terdiri dua ATM Bank Mandiri dan dua ATM Bank BRI juga raib. “Total kerugian Rp 20 juta,” ungkapnya.
Slamet menyebut maling yang beraksi di rumahnya itu diduga professional. Sebab, saat kejadian salah satu anaknya, Cici Widya Prasetyandari, 25, yang sedang tidur di toko. Sedang dia bersama istrinya, Hartatik, 35, tidur di kamar dalam rumah. “Anak saya mengaku tidak mendengar apa-apa,” cetusnya.
Menurut Slamet, pelaku diduga menjebol tembok toko dengan linggis dan peralatan lainnya. Bila hanya satu orang, tentu membutuhkan waktu yang lama. “Pelaku sepertinya tidak hanya satu orang, di lokasi tidak meninggalkan jejak sama sekali,” katanya.
Dengan adanya pencurian ini, Slamet mengaku rumah dan tokonya dijarah maling dan perampok sudah empat kali. Untuk antisipasi, pihaknya telah memasang CCTV. “Setelah perampokan setahun lalu (Rabu, 13/9/2017), saya pasang CCTV, dan bukti CCTV juga sudah dibawa pak polisi,” terangnya.
Kapolsek Srono AKP Mulyono saat dikonfirmasi melalui handphone (HP) mengatakan kasus pencurian ini maish dalam penyelidikan. “Kita sudah datang ke lokasi kejadian dan mencari BB (barang bukti),” terangnya.
Kapolsek mengaku CCTV yang dipasang di rumah korban sudah diamankan di polsek. Hanya saja, rekaman itu belum dibuka. “Hasil rekaman di CCTV belum kita buka,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Selain akan membuka rekaman CCTB, kapolsek menyebut akan memanggil saksi yang dianggap mengetahui kejadian ini. “Kita akan terus memburu pelaku,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kepundungan, Tri Marvila Sukmana, mengatakan rumah milik korban itu memang sudah keempat kalinya kebobolan maling. Dan itu bukan karena keamanan di desanya tidak diperketat. “Kita sudah minta untuk jaga malam, dengan kejadian ini akan kita perketat lagi,” terangnya. (*)
Editor : Rahman Bayu Saksono