Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pedagang Terkendala Pengiriman Barang

AF Ichsan Rasyid • Selasa, 20 Februari 2018 | 02:45 WIB
pedagang-terkendala-pengiriman-barang
pedagang-terkendala-pengiriman-barang



GENTENG-Pengiriman kebutuhan pokok dari Banyuwangi ke sejumlah daerah di luar Jawa, seperti Bali dan NTB selama ini cukup tinggi. Hanya saja, para pedagang itu mengaku yang menjadi kendala utama adalah soal pengiriman.


Salah satu pedagang, Jimmy Assegaf, 45, asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, mengatakan usahanya mengirim bahan kebutuhan ke NTB cukup lancar. Menurutnya, semua bahan dari Banyuwangi mulai dari buah-buahan hingga sayur mayor, laris manis di NTB. “Permintaan sangat tinggi,” katanya.


Jimmy menyebut yang menjadi kendala dari usahanya itu terkait pengiriman, terutama karena jarak dan biaya. Untuk biaya pengiriman, satu truk membutuhkan biaya Rp 15 juta. Untuk kendaraan pikap, biaya pengiriman Rp 7 juta, semua itu belum termasuk makan dan rokok sopir. “Sebenarnya prospeknya bagus, tapi biaya ekspedisi agak mahal,” jelasnya.


Dengan kendala seperti, terang dia, pengiriman melalui jalur darat agak terganggu, terutama menggunakan transportasi kecil. Belum lagi, penyeberangan dari pelabuhan Padangbai menuju Lembar, itu tidak selalu menyediakan kapal besar. “Kapal besar itu cuma dua minggu sekali,” jelasnya.


Jika pelabuhan Boom di Banyuwangi nanti bisa digunakan untuk transportasi pengiriman barang ke semua pulau dengan biaya bersaing, lanjut dia, maka pengiriman kebutuhan itu akan memilih jalur laut.  “Kendala di penyeberangan, kalau ada lewat jalur laut nanti akan banyak yang beralih,” katanya.


Sementara itu, salah satu sopir pengiriman barang Nanang Fiman, 31, asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, mengungkapkan kendala yang sering membuat barang telat datang itu karena menunggu proses penyebarangan. “Karena harus menunggu lama, maka harga bisa turun,” ujarnya.(sli/abi)

Editor : AF Ichsan Rasyid