GENTENG-Anggota Polsek Genteng menggelar reka ulang atas kematian Wahyu Bangun Jaya, 27, warga Desa/Kecamatan Songgon pada Kamis (23/11) di RS Al Huda Genteng, kemarin (6/12). Diduga korban itu meninggal akibat perkelahian dengan David Indrawan, 23, asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng.
Reka ulang itu digelar di lokasi tempat David dan korban berkelahi, yakni di jalan simpang tiga traffic light Desa Setail, Kecamatan Genteng. “Reka ulang ini untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, kebetulan sebelumnya berkelahi dengan David,” terang Kapolsek Genteng Kompol Sumartono melalui Kanitreskrim Iptu Puji Wahyono.
Dalam reka ulang yang dilakukan sekitar pukul 10.00, David yang telah ditetapkan sebagai tersangka memperagakan saat perkelahian itu terjadi. Ada tujuh adegan yang diperankan tersangka saat perkelahian itu. “Kita ingin tahu kronologis dan kejadian perkelahian tersebut,” terangnya.
Saat reka ulang ini, tersangka dengan tangan diborgol dan kepala ditutup menunjukkan beberapakali melakukan pemukulan pada korban dengan batu bata. “Tersangka juga memukul dengan tangan kosong,” terangnya.
Selama korban dihajar oleh tersangka, ternyata tidak membalas sama sekali. Korban yang diperagakan anggota itu hanya berlari dan menghindar dari serangan tersangka. “Korban saat dihajar tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya.
Kanitreskrim Polsek Genteng, Iptu Puji Wahyono, mengatakan reka ulang yang dilakukan ini untuk memastikan keterangan yang disampaikan tersangka dan hasil pemeriksaan kepolisian pada sejumlah saksi. “Kita lakukan rekonstruksi ini biar jelas,” katanya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Wahyu Bangun Jaya, 27, pengamen asal Desa/Kecamatan Songgon yang biasa mangkal di traffic light Desa Setail, Kecamatan Genteng, meninggal di RS Al Huda, Genteng, Kamis (23/11).
Sebelumnya, Wahyu pergi ke rumah sakit dengan diantar seorang tukang ojek. Saat meninggal itu, ada luka lebam di pipi kanan. Untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, kini ditangani Polsek Genteng. “Kita masih melakukan penyelidikan,” cetus Kapolsek Genteng, Kompol Sumartono.
Untuk mengungkap penyebab kematian pengamen itu, terang dia, pihaknya telah mendatangi RS Al Huda untuk melihat jenazah korban, mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi, dan rekaman CCTV. “Dari keterangan para saksi, korban itu sempat berkelahi dengan temannya,” katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan, lanjut dia, teman korban berinisial DI atau David asal Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, untuk sementara diminta bermalam di polsek. “DI masih kita periksa, perkelahian dipicu DI sakit hati ditinggal ke Kalibaru,” cetusnya.