BANGOREJO – Kerajinan forniture berbahan alam, seperti bamboo, kini sebenarnya cukup ramai dan banyak diminati warga. Hanya saja, para perajin mengalami kesulitan mencari bahan baku.
Salah satu perajin, Budiono, 28, asal Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring yang kini membuka usaha di Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, mengungkapkan usaha yang sedang ditekuni ini mengalami kendala bahan baku. Bambu hitam yang biasa digunakan mulai sulit didapat. “Bahannya lumayan sulit,” katanya.
Padahal saat ini permintaan warga itu cukup tinggi. Bahkan, permintaan dari pasar Bali terpaksa ditolak karena keterbatasan tenaga dan bahan baku. Untuk melayani permintaan dari pelanggan di Banyuwangi, dia hampir kewalahan. “Saya ada permintaan dari Bali, tapi tidak mampu, di sini saja kewalahan,” ujarnya.
Saat ini harga satu set meja kursi berbahan bambu, dibanderol mulai Rp 950 ribu hingga Rp 2,2 juta. Pembelian biasanya dilakukan secara pemesanan terlebih dahulu. Harga yang dijual ini, memang lebih mahal di banding harga meja kursi bambu yang dijual dengan keliling. “Harga memang lebih mahal, tapi kualitasnya bisa diadu,” katanya.(sli/abi)
Editor : AF Ichsan Rasyid