Psikologi Mengungkap Alasan Rage Games Terus Populer, Tantangan Ekstrem dan Frustrasi Jadi Kunci Hiburan Digital Masa Kini

Loanda Ajeng Rossiani • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Rage games dikenal memicu frustrasi lewat tingkat kesulitan ekstrem. (Serafim Gaming)
Rage games dikenal memicu frustrasi lewat tingkat kesulitan ekstrem. (Serafim Gaming)

RADAR BANYUWANGI - Dunia industri hiburan digital selama ini identik dengan pengalaman bermain yang menyenangkan dan mampu melepas penat. Namun, di tengah beragam genre permainan yang berkembang, terdapat kategori yang justru menawarkan pengalaman sebaliknya. Genre tersebut dikenal sebagai rage games, yakni permainan yang sengaja dirancang dengan tingkat kesulitan tinggi untuk menguji kesabaran sekaligus ketahanan mental pemain.

Ciri utama rage games terletak pada mekanisme permainan yang nyaris tidak memberi ruang bagi kesalahan. Satu langkah yang keliru dapat membuat pemain kehilangan seluruh progres sehingga harus mengulang permainan dari awal. Ditambah lagi dengan kontrol yang menantang dan rintangan yang tidak mudah diprediksi, genre ini kerap memicu rasa frustrasi bahkan kemarahan.

Meski demikian, jutaan pemain di berbagai belahan dunia justru terus kembali mencoba hingga berhasil menyelesaikan tantangan tersebut. Fenomena ini tidak sekadar dipengaruhi faktor hiburan, melainkan juga berkaitan dengan cara kerja psikologi manusia dalam menghadapi tantangan.

Publikasi psikologi yang diterbitkan The British Psychological Society menjelaskan bahwa ketertarikan terhadap tantangan berat berakar pada kebutuhan kognitif manusia untuk merasakan kompetensi (perceived competence). Ketika seseorang menghadapi hambatan yang sangat sulit tetapi masih dinilai realistis untuk ditaklukkan, kekalahan berulang justru memunculkan rasa penasaran yang semakin besar. Saat tantangan tersebut akhirnya berhasil dilewati, otak melepaskan dopamin yang menciptakan rasa puas dan bangga atas pencapaian yang diraih.

Fenomena tersebut tercermin pada popularitas sejumlah judul permainan yang telah menjadi ikon rage games. Sebut saja Getting Over It with Bennett Foddy, Flappy Bird, Jump King, hingga deretan permainan bergaya Soulslike seperti Elden Ring dan Dark Souls. Seluruhnya dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi, tetapi tetap mampu menarik jutaan pemain serta mendominasi berbagai konten siaran langsung maupun video permainan di platform digital.

Daya tarik rage games juga tidak hanya muncul dari pengalaman bermain secara individu. Genre ini berkembang menjadi tontonan yang menghibur karena memperlihatkan reaksi emosional para pemain ketika menghadapi kegagalan demi kegagalan.

Penelitian komunikasi media yang dipublikasikan dalam Journal of Media Psychology menyebutkan bahwa menyaksikan orang lain berjuang menghadapi tantangan sulit dapat menciptakan pengalaman emosional bersama (shared emotional experience). Reaksi spontan berupa rasa kesal, terkejut, hingga kegembiraan saat akhirnya berhasil menyelesaikan permainan mampu membangun kedekatan antarpenonton maupun komunitas pemain.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa konten rage games menjadi salah satu sajian yang banyak diminati di berbagai platform streaming. Penonton tidak hanya menikmati permainan, tetapi juga ikut merasakan perjalanan emosional yang dialami pemain hingga akhirnya mencapai keberhasilan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
rage games