RADARBANYUWANGI.ID - Aktivitas bermain game online untuk mengejar kenaikan peringkat atau push rank masih menjadi hiburan favorit banyak pelajar setelah menjalani aktivitas belajar seharian.
Bermain bersama teman dalam suasana kompetitif memang mampu menjadi pelepas penat, namun tidak sedikit pemain yang terlena hingga rela begadang sampai dini hari demi mencapai target peringkat.
Kebiasaan tersebut ternyata tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
Dari sisi kesehatan, kurang tidur justru berdampak pada menurunnya fungsi otak sehingga kemampuan bermain ikut mengalami penurunan.
Saat tubuh dipaksa tetap terjaga dalam kondisi mengantuk, refleks menjadi lebih lambat, konsentrasi berkurang, dan kemampuan mengambil keputusan juga tidak secepat saat kondisi tubuh bugar.
Alih-alih memperoleh kemenangan beruntun, kondisi tersebut kerap berujung pada kekalahan yang memicu emosi dan rasa frustrasi.
Akibatnya, waktu yang dihabiskan untuk bermain hingga larut malam justru tidak memberikan hasil yang sebanding.
Seorang pelajar berusia 18 tahun yang aktif bermain game online, Arfan, mengaku pernah mengalami kebiasaan tersebut.
Menurutnya, keinginan untuk terus bermain bersama teman sering kali membuat seseorang lupa waktu hingga melewati tengah malam.
"Gua dulu sering banget kemakan kata-kata 'satu game lagi' pas mabar sampai jam tiga subuh. Bukannya naik rank, malah makin malam makin emosi gara-gara refleks jari udah ngaco akibat ngantuk. Besoknya pas di kelas, asli deh muka udah kayak zombi, kagak konek sama sekali pas guru lagi nerangin di depan. Ujung-ujungnya malah ngerugiin diri sendiri," ujar Arfan.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa menjaga pola tidur tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap performa saat bermain game.
Waktu istirahat sekitar tujuh hingga delapan jam setiap hari dinilai mampu mengembalikan kebugaran tubuh sekaligus meningkatkan fokus dan ketajaman berpikir.
Dengan kondisi fisik yang prima, pelajar dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah secara optimal tanpa kehilangan konsentrasi akibat kurang tidur.
Di sisi lain, performa bermain game saat waktu senggang juga cenderung lebih stabil karena kemampuan berpikir dan refleks tetap terjaga.
Arfan mengatakan, dirinya bersama rekan satu tim kini menerapkan aturan sederhana agar kebiasaan begadang tidak kembali terulang.
Mereka sepakat mengakhiri sesi bermain maksimal pukul 22.00 agar seluruh anggota tim memperoleh waktu istirahat yang cukup.
"Sekarang gua ama anak-anak tim mabar udah bikin aturan sendiri, pokoknya maksimal jam sepuluh malam semua wajib off dan tidur. Gamers yang beneran jago tuh tahu kapan waktunya perang di game, kapan waktunya merem. Lagian kalau tidur lu cukup, besok pas main lagi otak masih fresh, refleks juga pasti jauh lebih gacor," pungkasnya.
Kesadaran mengatur waktu bermain menjadi salah satu bentuk disiplin yang perlu diterapkan oleh para pemain muda.
Prestasi dalam permainan tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu bermain, tetapi juga oleh kondisi fisik dan mental yang tetap terjaga.
Dengan manajemen waktu yang baik, pelajar dapat menyeimbangkan tanggung jawab akademik, kesehatan, dan hobi secara lebih bijaksana.
Editor : Lugas Rumpakaadi