RADARBANYUWANGI.ID - Genre game shooter masih mempertahankan dominasinya di platform Steam sepanjang 2026.
Di tengah bermunculannya berbagai genre baru, seperti cozy game, simulation, hingga survival, permainan bertema tembak-menembak tetap menjadi pilihan utama jutaan pemain di seluruh dunia.
Data jumlah pemain aktif di Steam menunjukkan sejumlah judul shooter masih menduduki peringkat teratas.
Counter-Strike 2, PUBG: BATTLEGROUNDS, dan Apex Legends terus mencatatkan jumlah pemain yang tinggi setiap hari.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa genre shooter masih memiliki daya tarik kuat, baik bagi pemain lama maupun pendatang baru.
Berdasarkan data Steam Charts, Counter-Strike 2 secara konsisten berada di posisi pertama sebagai game dengan jumlah pemain terbanyak di Steam.
Pada Juli 2026, gim besutan Valve itu mampu mencatatkan lebih dari satu juta pemain yang bermain secara bersamaan (concurrent players) dalam periode 24 jam.
Capaian tersebut menempatkan Counter-Strike 2 sebagai salah satu game PC dengan komunitas paling besar di dunia.
Sementara itu, PUBG: BATTLEGROUNDS tetap bertahan di jajaran game terpopuler dengan ratusan ribu pemain aktif setiap hari.
Apex Legends juga masih memiliki basis pemain yang solid meski harus bersaing dengan berbagai game shooter baru.
Dominasi genre shooter tidak hanya terlihat dari jumlah pemain.
Dari sisi bisnis, kategori ini juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan terbesar di Steam.
Mengacu pada data GameDiscoverCo, genre Action berkontribusi sekitar 58 persen terhadap total pendapatan game di Steam.
Di dalamnya, subgenre first-person shooter (FPS) dan arena shooter menjadi penyumbang terbesar.
Data tersebut menunjukkan pemain tidak hanya aktif bermain, tetapi juga bersedia membelanjakan uang untuk membeli item kosmetik, battle pass, maupun konten tambahan yang disediakan pengembang.
Sejumlah faktor dinilai menjadi alasan genre shooter sulit tergeser.
Pertama, gameplay yang cepat dan kompetitif membuat pemain dapat menikmati pertandingan dalam waktu singkat tanpa harus mengikuti alur cerita panjang.
Kehadiran sistem peringkat atau ranked mode juga mendorong pemain terus meningkatkan kemampuan.
Kedua, banyak game shooter populer mengusung model free-to-play.
Counter-Strike 2, PUBG: BATTLEGROUNDS, dan Apex Legends dapat dimainkan tanpa biaya awal sehingga lebih mudah diakses oleh pemain baru.
Pendapatan kemudian diperoleh melalui penjualan item kosmetik dan berbagai konten premium.
Faktor berikutnya adalah pembaruan yang dilakukan secara rutin.
Pengembang terus menghadirkan peta baru, senjata tambahan, mode permainan, hingga event musiman untuk menjaga pengalaman bermain tetap segar.
Pembaruan tersebut menjadi salah satu alasan pemain terus kembali memainkan game favorit mereka.
Selain itu, perkembangan industri esports turut memperkuat popularitas genre shooter.
Turnamen Counter-Strike, PUBG, maupun Apex Legends rutin digelar dengan total hadiah besar dan disaksikan jutaan penonton melalui berbagai platform streaming.
Ekosistem kompetitif tersebut turut menjaga antusiasme komunitas pemain.
Meski demikian, persaingan antar-genre di Steam semakin ketat.
Genre RPG, simulation, survival, hingga cozy game terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Bahkan, menurut GameDiscoverCo, tag "cozy" menjadi salah satu tren dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir.
Editor : Lugas Rumpakaadi