RADARBANYUWANGI.ID - Game simulasi kereta terbaru berjudul RUNNING TRAIN sukses mencuri perhatian komunitas gamer internasional setelah resmi meluncur dalam format Early Access di Steam. Menariknya, game dengan visual realistis berlatar pedesaan Jepang tersebut ternyata dikembangkan oleh solo developer asal Indonesia di bawah nama Novatetsu Games.
Perilisan RUNNING TRAIN langsung memantik respons positif, khususnya dari komunitas simulator kereta di Jepang. Banyak pemain mengaku terkesan dengan detail lingkungan, atmosfer jalur rel, hingga kualitas visual yang dinilai menyerupai lokasi nyata di Jepang.
Game ini dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5 dan menawarkan pengalaman mengemudikan kereta melintasi lebih dari 40 kilometer jalur rel fiksi yang terinspirasi kawasan rural Jepang. Pemain akan melewati desa kecil, area pesisir laut, hamparan sakura, hingga suasana musim dingin bersalju yang dibuat sangat detail.
Novatetsu Games diketahui digawangi seorang developer bernama Rizky Nova asal Surabaya, Jawa Timur. Fakta bahwa proyek ini dikerjakan secara mandiri selama bertahun-tahun menjadi salah satu alasan mengapa komunitas global memberikan apresiasi besar.
Di media sosial X, berbagai potongan gameplay RUNNING TRAIN ramai dibagikan akun-akun kurator game dan komunitas simulator. Banyak pengguna Jepang awalnya mengira game tersebut dibuat oleh studio lokal karena detail budaya dan atmosfer Jepang yang terasa autentik.
Tidak hanya mengandalkan visual, RUNNING TRAIN juga menghadirkan sistem simulasi kereta yang cukup serius. Terdapat fitur keselamatan seperti Vigilance dan Automatic Train Stop, fisika kereta realistis, hingga dukungan perangkat kontroler khusus seperti Zuiki MasCon.
Pemain dapat memilih empat tipe kereta dengan karakteristik berbeda serta menjalankan lebih dari 40 jadwal perjalanan lokal dan ekspres pada berbagai waktu operasi, mulai pagi, siang, hingga malam hari.
Menariknya lagi, game ini menyediakan mode Auto Drive yang memungkinkan kereta berjalan otomatis. Fitur tersebut membuat pemain dapat menikmati pemandangan layaknya wisata virtual sambil menggunakan kamera bebas untuk menjelajahi lingkungan sekitar.
Atmosfer dunia dalam game menjadi salah satu aspek yang paling banyak dipuji. Detail seperti kabel listrik, lalu lintas kendaraan, kuil di perbukitan, hingga kapal feri di laut dibuat dengan penempatan yang logis sehingga menghadirkan kesan hidup.
Selain mode musim semi dengan bunga sakura, pemain juga dapat menikmati suasana musim dingin bersalju lengkap dengan efek badai salju. Pengaturan cuaca pun bisa dipilih sesuai preferensi pemain.
Meski masih berstatus Early Access, RUNNING TRAIN telah memperoleh predikat “Very Positive” di Steam dari ratusan ulasan pengguna. Sebagian besar pemain memuji kualitas visual, pencahayaan, detail lingkungan, serta sensasi mengemudikan kereta yang imersif.
Novatetsu Games juga telah menyiapkan roadmap pengembangan jangka panjang. Dalam pembaruan mendatang, pengembang berencana menghadirkan sistem penumpang, mode kondektur, POV penumpang, hingga perluasan jalur rel yang ditargetkan mencapai sekitar 100 kilometer pada versi final.
Saat ini RUNNING TRAIN tersedia di Steam dengan harga sekitar USD 17,99 (sekitar Rp319 ribu) termasuk potongan harga peluncuran. Game tersebut mendukung antarmuka bahasa Inggris dan Jepang, sementara pengisi suara menggunakan bahasa Jepang.
Editor : Lugas Rumpakaadi