RADARBANYUWANGI.ID - Gim aksi petualangan fiksi ilmiah terbaru dari Capcom, Pragmata, langsung mencuri perhatian publik sejak perilisannya. Mengusung latar fasilitas misterius di bulan yang dikuasai kecerdasan buatan (AI) yang mengamuk, gim ini menawarkan pengalaman bermain yang memadukan aksi intens dengan kedalaman cerita emosional.
Pragmata mengikuti perjalanan dua karakter utama, Hugh, seorang astronot, dan Diana, android mungil yang menjadi partner sekaligus kunci dalam misi mereka. Keduanya berusaha menemukan jalan pulang ke Bumi dengan menginvestigasi fasilitas bulan yang telah berubah menjadi zona berbahaya akibat sistem AI yang tidak terkendali.
Sejak awal permainan, pemain akan langsung merasakan dinamika unik antara Hugh dan Diana. Dalam gameplay, pemain mengendalikan Hugh yang bertugas melindungi Diana dari berbagai ancaman. Di sisi lain, Diana memiliki kemampuan hacking yang menjadi elemen penting dalam pertempuran maupun eksplorasi.
Baca Juga: Bukan Karena Magnet Rel, Ini Alasan Mobil Sering Mogok di Perlintasan Kereta Api
Tak hanya unggul dari sisi mekanik permainan, Pragmata juga dipuji karena kekuatan narasinya. Hubungan antara Hugh dan Diana berkembang secara natural sepanjang permainan. Banyak pemain merasakan kedekatan emosional yang kuat, bahkan menyamakan relasi keduanya seperti ayah dan anak.
Interaksi sederhana mulai dari dialog ringan hingga respons Hugh terhadap tingkah laku Diana menjadi daya tarik tersendiri.
Fenomena ini bahkan melahirkan julukan unik dari komunitas, yakni “Dad Simulator”. Sebutan tersebut merujuk pada pengalaman bermain yang tidak hanya soal bertahan hidup, tetapi juga tentang membimbing dan melindungi karakter yang lebih lemah.
Baca Juga: Long Weekend Mei 2026, 51.575 Wisatawan Serbu Banyuwangi: AWT hingga De Djawatan Jadi Primadona
Capcom dinilai berhasil menghadirkan karakter yang tidak hanya fungsional dalam gameplay, tetapi juga hidup secara emosional. Penulisan karakter yang kuat membuat Pragmata tidak sekadar menjadi gim aksi, melainkan juga kisah tentang hubungan, kepercayaan, dan perjuangan bersama di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Editor : Lugas Rumpakaadi