RADARBANYUWANGI.ID - Industri gim kembali diramaikan dengan konsep unik yang menggabungkan ketegangan dan kreativitas. Kali ini, pengembang independen Alice Games memperkenalkan gim horor bertajuk Shark Dentist, yang menawarkan pengalaman tak biasa bagi para pemain.
Berbeda dengan gim horor pada umumnya, Shark Dentist menempatkan pemain sebagai seorang dokter gigi yang harus merawat pasien ekstrem, seekor hiu raksasa. Situasi ini bukan sekadar menegangkan, tetapi juga menuntut ketelitian tinggi karena kesalahan kecil dapat berujung fatal.
Menurut informasi dari laman resminya, gim ini mengusung genre horor roguelike dengan pendekatan gameplay yang intens. “Pemain harus merawat gigi hiu secara perlahan tanpa membangunkannya,” demikian deskripsi konsep permainan yang diusung.
Salah satu daya tarik utama Shark Dentist terletak pada mekanisme permainannya yang menuntut kehati-hatian. Pemain tidak hanya sekadar membersihkan atau memperbaiki gigi, tetapi juga harus menjaga agar sang hiu tetap tenang.
Ketegangan semakin meningkat karena setiap tindakan berisiko memicu agresivitas hiu. Hal ini menciptakan suasana mencekam yang konsisten sepanjang permainan, menjadikannya pengalaman horor yang berbeda dari biasanya.
Sebagai gim roguelike, Shark Dentist menghadirkan elemen acak dalam setiap sesi permainan. Permasalahan gigi yang muncul tidak selalu sama, begitu pula dengan kondisi alat yang digunakan.
Dalam setiap permainan, tantangan akan berubah secara acak, baik dari sisi kondisi gigi maupun peralatan, sehingga menjadikan setiap percobaan terasa segar dan tidak mudah diprediksi.
Pendekatan ini memberi nilai replayability tinggi, karena pemain harus terus beradaptasi dengan situasi yang berbeda di setiap permainan.
Bagi penggemar gim horor dengan konsep unik, Shark Dentist saat ini sudah dapat dimasukkan ke dalam wishlist melalui platform Steam.
Meski telah diperkenalkan sejak tahun lalu, hingga kini Alice Games belum mengumumkan tanggal rilis resmi gim tersebut. Hal ini membuat banyak pemain semakin penasaran dengan pengalaman horor yang ditawarkan.
Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.
Editor : Lugas Rumpakaadi