Mengenal IGRS, Standar Resmi Komdigi untuk Melindungi Anak dari Konten Gim Berbahaya

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 10:59 WIB
Pahami pentingnya IGRS (Indonesia Game Rating System). (Kemkomdigi)
Pahami pentingnya IGRS (Indonesia Game Rating System). (Kemkomdigi)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah pesatnya penetrasi teknologi, video gim kini bukan sekadar hobi, melainkan elemen gaya hidup yang merambah seluruh lapisan usia di Indonesia.

Namun, kebebasan akses terhadap konten digital membawa risiko besar jika tidak dibarengi dengan filter yang tepat.

Menanggapi fenomena tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkuat implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS).

IGRS hadir sebagai sistem klasifikasi resmi yang memberikan panduan kepada masyarakat mengenai kesesuaian konten gim berdasarkan kelompok umur.

Langkah ini dipertegas dengan landasan hukum Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim, yang mewajibkan setiap penerbit dan pengembang gim untuk melakukan klasifikasi mandiri atas produk yang mereka pasarkan di tanah air.

"IGRS merupakan instrumen perlindungan dan edukasi yang memberikan standar jelas bagi pelaku industri serta kepastian hukum bagi konsumen di Indonesia."

Sistem IGRS membagi kategori gim ke dalam lima klasifikasi utama.

Dimulai dari kategori 3+ yang sepenuhnya aman tanpa unsur kekerasan, hingga kategori 18+ untuk dewasa yang mencakup kekerasan realistis serta konten sensitif lainnya.

Kategori menengah seperti 7+, 13+, dan 15+ memberikan batasan yang lebih spesifik mengenai tingkat intensitas bahasa, romansa, hingga penggunaan zat seperti rokok dan alkohol dalam konteks cerita.

Pemerintah juga memberikan batasan tegas.

Gim yang memuat konten pornografi atau melanggar nilai-nilai luhur bangsa dipastikan tidak akan mendapatkan klasifikasi dan secara otomatis dilarang beredar di pasar Indonesia.

Meski regulasi telah ditegakkan, efektivitas IGRS tetap bertumpu pada pengawasan di lingkup keluarga.

IGRS berfungsi layaknya "lampu lalu lintas" yang berfungsi untuk memberi peringatan, namun kendali penuh tetap ada di tangan orang tua. 

Kesadaran  untuk mematuhi label usia ini menjadi kunci utama dalam mencegah dampak negatif, seperti kecanduan atau penyimpangan perilaku akibat paparan konten yang belum saatnya dikonsumsi oleh anak di bawah umur.

Editor : Lugas Rumpakaadi
igrs Gim komdigi Standar Anak