Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sony Naikkan Harga PS5 Global untuk Kedua Kalinya, Tekanan Chip dan AI Picu Lonjakan Biaya serta Ancaman Kenaikan Konsol Xbox dan Nintendo

Lugas Rumpakaadi • Senin, 30 Maret 2026 | 15:12 WIB
Sony resmi menaikkan harga PS5 secara global. (PlayStation)
Sony resmi menaikkan harga PS5 secara global. (PlayStation)

RADARBANYUWANGI.ID - Kenaikan harga konsol game kembali mengguncang industri global. Sony Group resmi menaikkan harga PlayStation 5 (PS5) secara global, yang menandai kenaikan kedua dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Kebijakan ini menunjukkan tekanan besar pada rantai pasok serta perubahan prioritas industri teknologi ke arah pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Mulai 2 April, harga PS5 standar di Amerika Serikat naik sebesar US$100 menjadi US$649,99. Sementara itu, versi digital kini dibanderol US$599,99 dan model premium PS5 Pro mencapai US$899,99. Perangkat pendukung seperti PlayStation Portal juga mengalami kenaikan menjadi US$249,99.

Sony dalam pernyataannya menyebut keputusan ini diambil setelah “evaluasi cermat” terhadap lonjakan biaya produksi global. Tekanan tersebut terutama berasal dari meningkatnya harga komponen penting seperti chip memori.

Fenomena ini tidak terlepas dari pergeseran industri teknologi menuju AI. Produsen chip kini lebih memprioritaskan pasokan untuk pusat data yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan perangkat konsumen. Akibatnya, pasokan untuk industri game menjadi semakin terbatas.

Selain itu, faktor geopolitik turut memperburuk situasi. Gangguan pasokan helium, bahan penting dalam produksi semikonduktor, dilaporkan terjadi setelah konflik di Timur Tengah memengaruhi fasilitas ekspor gas. Padahal, helium memiliki peran krusial dalam proses manufaktur chip.

Seorang analis dari Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, menilai kondisi ini bukan hanya dialami Sony. “Tekanan biaya yang sama juga dirasakan oleh produsen lain, sehingga kenaikan harga menjadi langkah yang sulit dihindari untuk menjaga margin perangkat keras,” ujarnya.

Dampak kenaikan harga ini mulai terasa di pasar. Pada kuartal liburan Oktober hingga Desember, penjualan PS5 tercatat turun 16 persen secara tahunan menjadi 8 juta unit. Penurunan ini memperkuat kekhawatiran bahwa pasar konsol game tengah melambat.

Perusahaan pengembang game Epic Games bahkan mengaitkan lesunya penjualan konsol sebagai salah satu alasan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan baru-baru ini.

Kondisi ini juga memicu spekulasi bahwa produsen lain akan mengikuti langkah serupa. Microsoft sebelumnya telah menaikkan harga Xbox, sementara Nintendo disebut berpotensi melakukan penyesuaian harga pada lini konsol terbarunya.

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, mengakui adanya tekanan besar dalam industri, meski belum memastikan kenaikan harga dalam waktu dekat.

Dengan kombinasi kelangkaan komponen, tekanan geopolitik, dan pergeseran industri ke AI, masa depan harga konsol game diperkirakan akan terus meningkat. Jika tren ini berlanjut, konsumen berpotensi menghadapi harga perangkat gaming yang semakin mahal di generasi berikutnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#nintendo #ps5 #sony #ai #xbox #harga