Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kenapa Little Nightmares Jadi Game Horor Indie Favorit Pemain Dunia?

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:36 WIB
Little Nightmares series.
Little Nightmares series.

RADARBANYUWANGI.ID - Industri game indie telah melahirkan banyak judul berkualitas yang mendapat tempat di hati para pemain global.

Salah satu yang paling menonjol adalah Little Nightmares, sebuah game horor puzzle petualangan yang awalnya dikembangkan oleh Tarsier Studios.

Little Nightmares menghadirkan dunia yang unik dan mencekam, di mana pemain mengendalikan karakter berukuran kecil yang harus bertahan hidup di lingkungan berisi makhluk-makhluk raksasa.

Dalam dunia ini, jika keberadaan karakter diketahui oleh makhluk tersebut, pemain akan dikejar, dan ketika tertangkap, permainan akan langsung berakhir (game over).

Berbeda dengan game naratif pada umumnya, Little Nightmares tidak menonjolkan cerita secara eksplisit.

Alur kisah disampaikan secara simbolis melalui lingkungan, teka-teki, dan visual yang menyeramkan.

Pendekatan ini membuat banyak penggemar membangun teori dan asumsi sendiri terkait latar cerita yang tersembunyi.

Hingga saat ini, seri Little Nightmares telah memiliki tiga judul utama yang dapat dimainkan secara terpisah tanpa harus mengikuti urutan seri, karena ceritanya bersifat tidak langsung. Berikut penjelasan masing-masing gamenya:

1. Little Nightmares (2017)

Dirilis pada tahun 2017, Little Nightmares merupakan seri pertama yang memperkenalkan konsep dunia horor berskala raksasa.

Berdasarkan informasi dari laman resminya, game ini mengisahkan perjalanan seorang gadis kecil bernama Six yang berusaha melarikan diri dari sebuah kapal misterius bernama The Maw.

Di dalam kapal tersebut, Six harus menghindari makhluk-makhluk mengerikan yang selalu dilanda rasa lapar.

Pemain dituntut untuk menyelesaikan berbagai teka-teki sambil bersembunyi dan melarikan diri dari ancaman yang terus membayangi.

2. Little Nightmares II (2021)

Little Nightmares II, yang dirilis pada tahun 2021, merupakan kelanjutan dari seri pertama.

Dalam game ini, pemain mengendalikan karakter baru bernama Mono, seorang anak laki-laki yang terjebak di dunia terdistorsi akibat transmisi misterius dari sebuah menara yang jauh.

Pada seri kedua ini, pemain kembali bertemu dengan karakter Six.

Mono dan Six harus bekerja sama untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari berbagai ancaman.

Meskipun Six kembali hadir, latar belakang dan hubungannya dengan seri pertama tidak dijelaskan secara mendetail, sehingga kembali memicu berbagai teori di kalangan penggemar.

3. Little Nightmares III (2025)

Dirilis pada tahun 2025, Little Nightmares III menjadi seri ketiga sekaligus penanda perubahan besar dalam pengembangannya.

Game ini tidak lagi dikembangkan oleh Tarsier Studios, melainkan oleh Supermassive Games, yang menghadirkan nuansa dan kualitas berbeda.

Pada seri ini, pemain akan mengendalikan dua karakter baru bernama Low dan Alone, yang terjebak di sebuah tempat asing penuh ilusi dan marabahaya.

Keduanya harus bekerja sama untuk mencari jalan keluar dan bertahan hidup.

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah mode co-op, yang dapat dimainkan secara:

Platform dan Ketersediaan

Seri Little Nightmares tersedia di berbagai platform, antara lain:

Untuk versi mobile, hingga saat ini hanya Little Nightmares (2017) yang tersedia.

Meskipun mengalami pergantian studio pengembang pada seri ketiganya, Little Nightmares tetap menjadi salah satu game horor indie paling menarik untuk diikuti.

Atmosfer mencekam, desain visual yang kuat, serta pendekatan cerita yang penuh misteri menjadikannya favorit bagi penggemar game horor puzzle di seluruh dunia.


Artikel ini ditulis oleh Akbar Maulana Ilman, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Little Nightmares