RADARBANYUWANGI.ID - Kabar mengejutkan sekaligus mengundang rasa haru datang bagi pencinta animasi Jepang di Indonesia.
Serial kartun legendaris Doraemon dikabarkan telah berhenti tayang di RCTI, stasiun televisi yang selama puluhan tahun identik dengan kisah Nobita dan robot kucing biru dari masa depan tersebut.
Isu ini pertama kali mencuat dan menjadi perbincangan luas di media sosial X (Twitter).
Salah satu akun komunitas hiburan, @IndoPopBase, mengunggah informasi bahwa Doraemon secara resmi telah mengakhiri masa penayangannya di RCTI.
Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan memicu gelombang nostalgia serta rasa kehilangan dari lintas generasi penonton.
Doraemon Hilang dari Jadwal Tayang RCTI
Dugaan berhentinya penayangan Doraemon semakin menguat setelah dilakukan penelusuran pada jadwal siaran resmi RCTI dan aplikasi RCTI+.
Berdasarkan data jadwal sejak 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, judul Doraemon tidak lagi tercantum dalam daftar program harian maupun akhir pekan.
Padahal, selama bertahun-tahun Doraemon dikenal sebagai tayangan wajib Minggu pagi yang mengudara pukul 08.00 WIB.
Bahkan dalam beberapa periode terakhir, anime ini sempat tayang hampir setiap hari.
Absennya Doraemon selama sepekan penuh menandai pertama kalinya serial ini benar-benar menghilang dari layar RCTI sejak mulai ditayangkan pada Desember 1990.
Slot waktu yang biasanya diisi Doraemon pada Minggu, 4 Januari 2026, kini telah digantikan oleh program lain seperti Kiko dan Captain Tsubasa.
Perubahan ini memicu spekulasi luas bahwa RCTI memang sudah tidak lagi menayangkan anime tersebut.
Baca Juga: AC Milan Tak Terbendung di San Siro? Genoa Jadi Ujian Berikutnya Rossoneri di Serie A
Ikatan Panjang Doraemon dan Televisi Indonesia
Doraemon memiliki sejarah panjang di dunia pertelevisian Indonesia.
Karakter ciptaan Fujiko F. Fujio ini pertama kali hadir di Tanah Air melalui TVRI pada periode 1979–1989.
Namun, popularitasnya melejit setelah RCTI menjadikannya program andalan sejak awal 1990-an.
Selama lebih dari tiga dekade, Doraemon menjadi tontonan keluarga lintas generasi.
Jutaan anak Indonesia tumbuh bersama kisah Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo, lengkap dengan alat-alat ajaib seperti Pintu ke Mana Saja, Baling-Baling Bambu, dan Senter Pengecil.
Tak hanya serial televisi, film layar lebar Doraemon juga kerap ditayangkan dan selalu mencatat rating tinggi.
Oleh karena itu, absennya Doraemon dari RCTI dianggap sebagai anomali besar dalam lanskap program televisi nasional.
Tiga Dugaan Penyebab Doraemon Tidak Lagi Tayang
Hingga artikel ini ditulis, pihak RCTI maupun MNC Group belum memberikan pernyataan resmi terkait penghentian penayangan Doraemon.
Meski demikian, sejumlah dugaan dan analisis berkembang di kalangan pengamat media dan warganet.
Pertama, perubahan strategi program.
Stasiun televisi diduga melakukan evaluasi rating dan segmentasi audiens, lalu memprioritaskan tayangan yang dinilai lebih relevan dengan selera penonton saat ini.
Kedua, pergeseran pola konsumsi anak-anak.
Generasi muda kini lebih banyak mengakses konten animasi melalui platform digital dan layanan streaming dibandingkan televisi konvensional, sehingga memengaruhi keputusan programing.
Ketiga, faktor hak siar dan lisensi.
Dugaan ini menguat setelah beberapa film layar lebar Doraemon terbaru justru ditayangkan oleh stasiun televisi lain, seperti Trans TV.
Hal ini mengindikasikan kemungkinan berakhirnya kerja sama lisensi antara pemegang hak dan RCTI.
Nasib Doraemon ke Depan Masih Tanda Tanya
Secara produksi, anime Doraemon masih terus berjalan.
Serial ini diproduksi oleh Shin-Ei Animation Co., Ltd dengan distribusi di Jepang oleh Toho Co., Ltd.
Di Indonesia, lisensi distribusi dipegang oleh ADK Indonesia dan Animation International Indonesia, sementara komiknya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo sejak awal 1990-an.
Menariknya, sejumlah pengisi suara (seiyu) Doraemon dikabarkan telah menyelesaikan proses dubbing untuk episode-episode terbaru.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar, di mana Doraemon akan ditayangkan selanjutnya di Indonesia?
Salah satu sosok ikonik dalam sejarah Doraemon di Tanah Air adalah alm. Nurhasanah Lyra, pengisi suara Doraemon terlama selama hampir 30 tahun.
Suaranya telah melekat kuat di benak penonton dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kenangan masa kecil jutaan orang.
Berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI setelah lebih dari 35 tahun bukan sekadar pergantian program televisi.
Peristiwa ini menandai pergeseran era dalam dunia hiburan Indonesia, sekaligus memicu nostalgia mendalam bagi generasi yang tumbuh bersama karakter robot kucing dari abad ke-21 tersebut.
Meski demikian, dengan masih berjalannya produksi anime dan dubbing episode baru, harapan publik tetap ada bahwa Doraemon akan kembali hadir melalui platform atau stasiun televisi lain di masa mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi