RADARBANYUWANGI.ID - Dalam kehidupan masyarakat Jawa, pembahasan soal santet, sihir, dan gangguan gaib bukanlah hal asing. Sejak dulu, banyak orang percaya bahwa setiap manusia lahir membawa “pangrasa” atau energi bawaan yang bisa menjadi benteng sekaligus jalan masuk bagi hal-hal mistis.
Kombinasi hari (Senin–Minggu) dan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) melahirkan weton.
Weton ini tidak hanya dipakai untuk menghitung jodoh dan rezeki, tapi juga dipercaya bisa menentukan seberapa kuat benteng spiritual seseorang.
Beberapa weton diyakini rawan terkena gangguan, sementara ada pula yang disebut “anti santet” karena auranya sangat kuat.
Primbon Jawa menyebut, mereka yang lahir dengan neptu besar dan pasaran keras seperti Kliwon, Pahing, atau Pon, biasanya memiliki daya tahan spiritual lebih tinggi.
Bukan berarti benar-benar kebal, tapi energi mereka sulit ditembus, sehingga santet atau sihir yang diarahkan sering dianggap sia-sia atau bahkan berbalik kepada pengirim.
Kenapa Ada Weton yang Disebut Anti Santet?
Beberapa alasan menurut primbon Jawa mengapa ada weton tertentu yang sulit ditembus ilmu hitam:
Neptu tinggi : angka perhitungan weton mereka melahirkan karakter kuat, penuh kewaspadaan.
Pasaran sakti : Kliwon, Pahing, dan Pon dianggap punya aura keras dan padat energi.
Aura pelindung alami : orang dengan weton ini sering terlihat berwibawa, sehingga lawan berpikir dua kali untuk menyerang.
Keselarasan batin : watak mereka lebih tenang, sehingga tidak mudah “bolong” secara spiritual.
Daftar Weton yang Katanya Anti Santet atau Sihir
1. Selasa Kliwon
Orang yang lahir di Selasa Kliwon dipercaya membawa energi panas dan spiritualitas tinggi. Mereka cenderung tenang, tetapi tajam dalam rasa.
Konon, jika ada orang yang mencoba mengirimkan santet, energi itu tidak akan masuk, bahkan bisa berbalik. Banyak orang tua Jawa menyebut Selasa Kliwon sebagai weton yang “kandel rasane”, alias kuat rasa batinnya.
Selain soal perlindungan gaib, orang Selasa Kliwon juga dikenal waspada dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak mudah percaya pada orang asing, sehingga kecil kemungkinan tertipu atau dimanfaatkan.
2. Jumat Kliwon
Hari Jumat selalu dianggap berkah karena bertepatan dengan hari suci dalam Islam. Jika jatuh pada pasaran Kliwon, auranya makin padat dan dianggap sakral. Orang yang lahir di Jumat Kliwon dipercaya punya “benteng gaib” alami.
Menurut primbon, mereka ini seringkali punya karisma kuat, sehingga orang lain segan untuk berbuat jahat. Bahkan ada keyakinan, santet yang diarahkan kepada mereka akan mental, seperti terbakar oleh energi batinnya sendiri. Itulah sebabnya Jumat Kliwon sering disebut sebagai weton sakti.
3. Rabu Pahing
Rabu Pahing memiliki neptu tinggi, gabungan dari Rabu (7) dan Pahing (9), total 16. Neptu besar ini dipercaya membuat karakter mereka kuat dan penuh perhitungan. Dari sisi spiritual, Rabu Pahing jarang lengah, baik secara logika maupun batin.
Orang dengan weton ini seringkali disebut sulit “ditembus” karena selalu mawas diri. Mereka tidak gampang terbawa emosi, sehingga aura perlindungannya tetap kokoh. Santet yang diarahkan kepada mereka dipercaya hanya akan “mampet” di tengah jalan.
4. Kamis Pon
Kamis Pon sering dikaitkan dengan pribadi yang keras sekaligus berwibawa. Pasaran Pon sendiri punya energi keras, sehingga ketika digabung dengan Kamis yang tenang, hasilnya adalah karakter kokoh dan stabil.
Primbon menyebut orang yang lahir di Kamis Pon sulit dilukai lewat ilmu hitam. Jika ada orang yang nekat mencoba, justru bisa berbalik celaka. Banyak cerita masyarakat Jawa yang menganggap Kamis Pon sebagai weton yang “ngelmu alamiah” atau secara alami punya perlindungan gaib.
5. Minggu Kliwon
Minggu Kliwon adalah salah satu weton yang paling disegani secara spiritual. Orang dengan weton ini disebut punya “aura besar”, sehingga kehadirannya sering menimbulkan rasa segan atau hormat.
Dalam cerita rakyat, Minggu Kliwon dianggap sebagai “weton perisai”. Mereka dipercaya tidak hanya tahan terhadap santet, tapi juga mampu melindungi keluarganya dari gangguan mistis. Tak heran jika anak kelahiran Minggu Kliwon sering dianggap membawa “payung gaib” bagi rumah tangganya.
Namun, penting diingat bahwa semua keyakinan ini adalah bagian dari budaya Jawa. Yang terpenting tetap doa, amal baik, dan menjauhi niat buruk kepada orang lain. Sebab, sekuat apapun weton, perlindungan sejati tetap datang dari Yang Maha Kuasa.
Editor : Agung Sedana