RADARBANYUWANGI.ID - Dalam pandangan Jawa, kekayaan tidak hanya diukur dari banyaknya harta. Ada orang yang hidup sederhana tapi hatinya tenang, ada pula yang hartanya melimpah namun tetap merasa kurang.
Primbon Jawa menyebut, ada beberapa weton yang disebut “susah kaya” dalam arti tidak banyak mengumpulkan materi, tetapi justru mereka punya kebahagiaan yang sulit ditandingi.
Orang-orang dengan weton ini biasanya punya sifat nrimo ing pandum (menerima dengan ikhlas apa yang dimiliki). Mereka tidak terlalu ambisi mengejar harta, tapi lebih menghargai kebersamaan, ketenangan, dan rasa syukur. Hasilnya, hidup mereka tetap bahagia meski secara finansial biasa saja.
1. Senin Wage
Senin Wage dikenal sederhana dan tidak suka menuntut banyak hal. Mereka pekerja keras, tetapi sering lebih memilih jalan aman ketimbang ambisi besar. Karena itulah, rezeki yang datang biasanya secukupnya.
Namun, Senin Wage justru menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil. Mereka mudah puas dengan pencapaian sederhana, seperti bisa makan bersama keluarga atau hidup damai tanpa hutang. Bagi Senin Wage, kebahagiaan jauh lebih penting daripada kekayaan melimpah.
2. Rabu Pon
Rabu Pon punya sifat tenang dan cenderung pasif. Mereka bukan tipe orang yang agresif mencari peluang. Akibatnya, kekayaan besar jarang datang ke mereka.
Meski begitu, Rabu Pon jarang mengeluh. Mereka punya hati lapang, sehingga meski hidup sederhana, tetap bisa bersyukur. Justru karena tidak ambisius, hidup Rabu Pon sering terasa damai, tanpa tekanan persaingan yang melelahkan.
3. Kamis Kliwon
Kamis Kliwon dikenal nrimo, penuh kesabaran, dan tidak suka serakah. Mereka lebih suka hidup apa adanya daripada mengejar kekayaan dengan segala cara.
Dalam primbon Jawa, weton ini disebut “susah kaya” karena jalannya selalu cukup, tidak berlebih. Namun dari sisi lain, mereka mudah bahagia karena tidak pernah merasa iri dengan orang lain. Kamis Kliwon bahagia cukup dengan kebersamaan keluarga dan ketenangan batin.
4. Jumat Wage
Jumat Wage punya jiwa sosial tinggi. Mereka sering mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri. Akibatnya, rezeki yang datang tidak bertahan lama karena lebih banyak dipakai membantu sesama.
Meskipun begitu, Jumat Wage justru mendapat kebahagiaan batin yang besar. Mereka merasa puas saat bisa menolong orang lain, meski dompet sendiri tipis. Dari sinilah kebahagiaan mereka tumbuh—dari memberi, bukan mengumpulkan.
5. Selasa Legi
Selasa Legi punya sifat periang dan gampang bergaul. Mereka tidak terlalu ambisi soal harta, lebih suka hidup sederhana tapi penuh tawa.
Bagi Selasa Legi, harta bukan sumber utama kebahagiaan. Mereka lebih menghargai waktu bersama sahabat atau keluarga. Karena itulah, meski sering disebut “susah kaya”, hidup mereka justru penuh keceriaan.
6. Sabtu Pahing
Sabtu Pahing dikenal pekerja keras, tetapi sering tidak pandai mengelola keuangan. Mereka gampang boros, sehingga meski rezeki datang, jarang bertahan lama.
Namun, Sabtu Pahing bukan tipe yang menyesali hal itu. Mereka lebih suka menikmati hidup di masa sekarang. Filosofi hidupnya: “Selama masih bisa makan dan tertawa, berarti sudah cukup.” Inilah yang membuat mereka tetap bahagia meski tabungan tidak tebal.
7. Minggu Kliwon
Minggu Kliwon punya watak keras tapi hati lembut. Mereka tidak terlalu tertarik mengejar kekayaan besar, karena lebih memilih ketenangan hidup. Dalam primbon, weton ini sering disebut cukup tapi jarang berlimpah.
Namun, Minggu Kliwon bahagia dengan kesederhanaan. Mereka menikmati hal-hal kecil: bercengkerama dengan keluarga, melihat anak tumbuh sehat, atau sekadar bisa tidur nyenyak.
Itulah tujuh weton yang menurut primbon Jawa disebut “susah kaya” secara materi. Namun, bukan berarti hidup mereka penuh kesedihan. Justru sebaliknya, mereka sering lebih bahagia karena tidak terbebani ambisi dan iri hati.
Kaya atau miskin sejatinya hanyalah ukuran duniawi. Kebahagiaan yang sebenarnya datang dari hati yang selalu bersyukur dan puas dengan apa yang dimiliki.
Editor : Agung Sedana