Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jujutsu Kaisen Jadi Bukti Anime Gelap Bisa Tembus Mainstream, Lebih Gila dari Naruto dan Bleach

Agung Sedana • Sabtu, 27 September 2025 | 16:00 WIB
Jujutsu Kaisen mendadak jadi anime populer bersanding legends lainnya.
Jujutsu Kaisen mendadak jadi anime populer bersanding legends lainnya.

RADARBANYUWANGI.ID - Jujutsu Kaisen adalah salah satu anime generasi baru yang paling cepat meraih popularitas. Sejak rilis pada tahun 2020, serial ini menarik perhatian jutaan penonton dengan dunia yang kelam, karakter yang kuat, serta animasi yang memukau.

Meski sering dibandingkan dengan pendahulunya seperti Naruto dan Bleach, karya Gege Akutami ini justru berhasil memoles elemen klasik shonen dan mengubahnya menjadi sesuatu yang segar.

Jujutsu Kaisen Mengambil Inspirasi dari Shonen Klasik

Banyak penggemar menemukan kemiripan antara Jujutsu Kaisen dengan serial legendaris lain. Yuji Itadori yang berbagi tubuh dengan Sukuna mengingatkan pada Naruto dan Kurama.

Formasi trio Yuji, Megumi, dan Nobara disebut mirip dengan tim Naruto, Sasuke, dan Sakura yang dipandu oleh Kakashi. Bahkan Gojo Satoru sering dipandang sebagai gabungan dari Urahara di Bleach dan Kakashi di Naruto.

Meski begitu, kemiripan ini tidak membuat Jujutsu Kaisen terasa sebagai tiruan. Justru elemen itu dipoles untuk menghasilkan cerita yang lebih modern dengan tempo cepat dan konflik emosional yang mendalam.

Identitas Unik Jujutsu Kaisen

Kekuatan terbesar serial ini terletak pada eksekusi visual. Studio MAPPA menghadirkan animasi kelas atas dengan koreografi pertarungan yang dinamis. Musik latar, pengisi suara, hingga opening dan ending temanya menyatu sempurna untuk membangun atmosfer kelam sekaligus menegangkan.

Selain itu, Jujutsu Kaisen menghindari kelemahan klasik shonen yang kerap bertele-tele. Tidak ada penjelasan panjang yang membosankan di tengah pertarungan. Penonton diberikan informasi seperlunya, lalu cerita terus bergerak cepat sehingga intensitas selalu terjaga.

Berani Membunuh Karakter Populer

Keberanian Jujutsu Kaisen juga terlihat dari cara penulis menyingkirkan tokoh yang sangat dicintai. Contohnya adalah kematian Nanami di musim kedua yang mengejutkan banyak penggemar. Keputusan ini menunjukkan bahwa serial tidak takut mengambil risiko demi kekuatan cerita.

Hal serupa berlaku pada penokohan villain. Sukuna bukan sekadar musuh, melainkan sosok yang mendominasi layar setiap kali muncul. Karakter antagonis lain seperti Toji juga berhasil meninggalkan kesan kuat meski hanya tampil sebentar.

Representasi Karakter Perempuan yang Kuat

Banyak anime shonen dikritik karena menempatkan tokoh perempuan hanya sebagai pendukung. Naruto dan Dragon Ball adalah contoh jelas di mana karakter perempuan sering tersisih. Jujutsu Kaisen menempuh jalan berbeda.

Tokoh seperti Maki Zenin dan Nobara Kugisaki tampil dengan kekuatan dan motivasi sendiri, bukan sekadar pelengkap perjalanan Yuji. Mereka berjuang melawan diskriminasi dan membangun kisah yang sama pentingnya dengan tokoh laki-laki. Hubungan mentor dan sahabat antarperempuan juga menjadi warna segar yang jarang ditemui dalam shonen.

Shonen Baru yang Pantas Dapat Hype

Dengan perpaduan inspirasi lama dan inovasi baru, Jujutsu Kaisen berhasil menciptakan identitas unik. Elemen klasik dari Naruto dan Bleach diolah ulang dengan cara lebih relevan untuk generasi penonton sekarang. Inilah alasan mengapa serial ini pantas disebut salah satu shonen paling berpengaruh di era modern.

Editor : Agung Sedana
#Jujutsu Kaisen