RADARBANYUWANGI.ID - Alas Purwo di Banyuwangi sejak lama dikenal sebagai hutan lebat yang menyimpan sejuta misteri. Dari zaman kerajaan hingga era modern, kawasan ini tetap terjaga keasriannya dan juga auranya yang dianggap mistis.
Tidak sedikit orang, baik dari dalam maupun luar negeri, yang mengaku merasakan energi tak biasa saat menyambangi kawasan ini.
Bukan rahasia lagi jika Alas Purwo dipercaya sebagai lokasi berdirinya sebuah kerajaan gaib yang dihuni bangsa lelembut.
Banyak warga sekitar yang meyakini bahwa hutan ini bukan sekadar rimba biasa, melainkan tempat bersemayamnya makhluk halus yang menjaga batas antara dunia nyata dan dunia tak kasatmata.
Salah satu kepercayaan yang berkembang di kalangan masyarakat Banyuwangi adalah adanya pintu gaib yang menghubungkan Alas Purwo dengan belantara Gunung Raung, gunung berapi aktif yang terletak di wilayah yang sama.
Menurut mitos, pintu ini merupakan portal dimensi yang memungkinkan makhluk gaib berpindah dengan cepat dari satu lokasi ke lokasi lain.
Gunung Raung sendiri juga dikenal sebagai tempat yang tak kalah angker. Di balik hutan lebatnya, disebut-sebut terdapat padepokan tua dan wilayah-wilayah yang diyakini masuk dalam kekuasaan kerajaan gaib yang sama dengan Alas Purwo.
Konon, ribuan makhluk halus dari bangsa lelembut tinggal di dalam wilayah itu, menjaga batas dan keseimbangan antara dua alam.
Sebuah kisah yang melegenda terjadi pada tahun 1998. Sekelompok pemuda di Banyuwangi dikabarkan melakukan ritual pemanggilan di lereng Gunung Raung.
Ritual tersebut ditujukan untuk memanggil sosok mistis Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul.
Mereka membawa berbagai sesaji, termasuk dua kepala kerbau bule, yang jika dijumlahkan memenuhi bak sebuah mobil pick-up.
Namun, alih-alih disambut kedamaian, kelompok tersebut justru mengalami hal ganjil.
Menurut cerita yang dituturkan oleh Mbah Bibit, seorang spiritualis setempat, ratusan makhluk gaib muncul dengan wujud pendek dan kekar, bersenjatakan benda tajam.
Mereka diyakini sebagai pasukan penjaga kerajaan gaib Gunung Raung, koloni dari kekuatan yang bersemayam di Alas Purwo.
“Satu orang menjadi gila. Tubuhnya terpental dan nyaris menghantam batu. Ia butuh hampir setahun untuk pulih dari kondisi itu,” ungkap Mbah Bibit.
Lebih lanjut, Mbah Bibit menyebut bahwa keterhubungan antara Gunung Raung dan Alas Purwo memang nyata, meski bentuk pintu gaibnya sendiri belum pernah dilihat secara kasatmata.
Namun ia percaya, portal itu mempersingkat jarak antar dimensi, dan menjadi jalur rahasia para jin dari satu lokasi ke lokasi lain.
Kisah lain yang tak kalah menyeramkan adalah saat sekelompok pendaki dikabarkan hilang secara misterius di Gunung Raung.
Empat puluh hari kemudian, sebagian dari mereka ditemukan tak bernyawa di laut sekitar Alas Purwo, sebuah lokasi yang secara logika, mustahil dicapai dalam kondisi normal tanpa melewati jalur darat berhari-hari.
Cerita-cerita seperti ini terus diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat setempat tidak melihatnya sebagai cerita horor semata, tetapi sebagai bagian dari warisan spiritual tanah Jawa.
Suatu bentuk penghormatan terhadap alam, sejarah, dan entitas yang tidak bisa dijelaskan dengan logika modern.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan cerita rakyat, kesaksian warga, dan pandangan spiritual yang hidup di kalangan masyarakat Banyuwangi. Tidak ada klaim ilmiah atau pembuktian empiris atas keberadaan portal gaib, kerajaan jin, atau makhluk halus seperti yang disebutkan dalam tulisan ini. Pembaca disarankan untuk menyikapi isi artikel secara bijak sebagai bagian dari tradisi lisan dan kepercayaan lokal.
Editor : Agung Sedana