Tak luput PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut menyemarakkan kegiatan Safari Ramadan di dua lokasi sekaligus. Yakni Karanganyar, Jawa Tengah dan Takalar, Sulawesi Selatan.
Disediakan 1.000 Paket Sembako di setiap lokasiyang diselenggarakan Rabu (27/3/2024) kemarin.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Selain itu, menurut Menteri BUMN RI Erick Tohir sembako ini juga dijual murah atas respons badai El Nino yang menyebabkan kenaikan harga pangan di berbagai wilayah Tanah Air.
“Kementerian BUMN mengambil bagian dalam momentum Ramadan untuk ikut menyalurkan bahan pokok yang lebih murah kepada masyarakat dan sekaligus berbagi kehangatan dan kebersamaan di tengah bulan suci Ramadan,” ujar Erick.
Paket sembako berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula 1 kilogram dibanderol Rp75.000,- atau setengah dari harga normal.
Sementara Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan juga ada bazzar UMKM binaan BRI yang menjual berbagai macam takjil.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kebermanfaatan dan berkah di bulan suci Ramadan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Wujud nyata dari komitmen perseroan menghadirkan economic dan social value yang lebih bagi seluruh masyarakat. BRI beserta BRI Group melaksanakan Berbagi Bahagia Bersama BRI Group.
Kegiatan itu berupa penyaluran bantuan 128.011 paket sembako kepada 144 Panti Asuhan, 36 Panti Werdha dan masyarakat umum yang tersebar seluruh wilayah Indonesia.
Di waktu yang bersamaaan perwakilan 18 Regional Office BRI se-Indonesia dengan melibatkan semua pekerja BRI Group menyaantuni 4.600 Anak Yatim Piatu.
“Hal ini merupakan bentuk konkret social value yang dijalankan oleh perseroan. Kami pastikan bantuan akan diterima oleh masyarakat, dengan melibatkan semua pekerja BRI Group di setiap unit-unit kerja yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kami juga berharap, bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat terutama warga yang tinggal di Panti Asuhan, Panti Werdha, serta anak yaitim piatu”, ungkapnya.
Editor : Syaifuddin Mahmud