Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pertemuan Rutin Sentra Wadahi Ibu-Ibu Inklusi Buka Akses Keuangan di BTPN Syariah Tanpa Agunan

Gareta Yoga Eka Wardani • Senin, 14 Agustus 2023 | 23:09 WIB
PENCAIRAN: Petugas BTPN memberikan bantuan dana tanpa agunan kepada nasabah baru di Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (10/8).
PENCAIRAN: Petugas BTPN memberikan bantuan dana tanpa agunan kepada nasabah baru di Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (10/8).

RadarBanyuwangi.id – PT. Bank BTPN Syariah Tbk berkomitmen melayani masyarakat inklusi di Indonesia, tidak terkecuali di Bumi Blambangan.

Kini, kurang lebih 35.000 perempuan di Banyuwangi telah mendapatkan akses keuangan melalui pembiayaan tanpa agunan dari BTPN Syariah.

Terhitung 12 tahun lamanya sejak tahun 2011, Bank BTPN Syariah telah melakukan pendampingan yang paling tepat dalam melakukan pendekatan dengan masyarakat inklusi di Bumi Blambangan.

Yakni melalui pelayanan langsung pada kelompok atau sentra ibu-ibu yang berada di pelosok Banyuwangi.

Kelompok ibu-ibu yang dikenal dengan Sentra tersebut rutin dilakukan selama dua minggu sekali, yang disebut sebagai Pertemuan Rutin Sentra (PRS).

Baca Juga: Poliwangi dan Warga Karangente Gunakan Beton U-ditch untuk Proteksi Jaringan Pipa Air Bersih

Tidak hanya melayani transaksi keuangan seperti menabung dan membayar angsuran, lebih dari itu kegiatan dalam sentra tersebut diisi dengan pelatihan dan pendampingan terkait pengelolaan keuangan dan ilmu pengetahuan lainnya yang diberikan langsung oleh petugas dari BTPN Syariah.

Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin alias Ain mengungkapkan, terdapat sejumlah manfaat yang didapat para nasabah dari kelompok yang terdiri dari kalangan ibu-ibu.

Antara lain akses pembiayaan, akses pengetahuan melalui pelatihan dan pengembangan usaha, dan lainnya. Sehingga kompetensi para ibu-ibu dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

SENYUM CERAH: Anggota Sentra Cantik dan Anggota BTPN Syarih berfoto bersama di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Jumat (10/8).
SENYUM CERAH: Anggota Sentra Cantik dan Anggota BTPN Syarih berfoto bersama di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Jumat (10/8).

”Selain itu Ibu-ibu juga mendapatkan rasa solidaritas dari anggota yang terbentuk sehingga saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ain mengatakan dalam menjalani model bisnis pembiayaan, BTPN Syariah memiliki prinsip utama (business roots) yakni berkumpul dan solidaritas.

Selain itu, semua akses yang diberikan BTPN Syariah dalam melayani masyarakat inklusi juga bertujuan membangun empat perilaku unggul yaitu Berani berusaha, Disiplin, dan Kerja keras dan Saling bantu (BDKS).

”Hingga saat ini sudah ada 2.759 sentra atau kelompok ibu-ibu di Banyuwangi yang sudah dilayani oleh BTPN Syariah, dengan total pembiayaan tersalurkan sebesar Rp 111 miliar per semester 1 di Banyuwangi,” imbuhnya.

Business Coach Banyuwangi BTPN Syariah Joko Ibnu Susanto menambahkan, PRS menjadi wadah utama BTPN Syariah dalam memberdayakan jutaan ibu di Indonesia untuk memperoleh berbagai program pelatihan dan pendampingan. Menjadi anggota kelompok dan rutin menghadiri PRS juga menjadi syarat bagi ibu-ibu memperoleh pembiayaan tanpa agunan.

”Kehadiran ibu-ibu di kelompok yang dilakukan selama dua minggu sekali juga menjadi jaminan bagi Bank untuk memberikan pembiayaan,” tegas Ibnu.

Di Banyuwangi sendiri, terdapat dua lokasi sentra yang bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi para anggotanya dan juga masyarakat di sekitarnya.

Yakni Sentra Pendarungan Mawar yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari. Lokasi kedua adalah Sentra Cinta yang berada di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh.

Ketua Sentra Pendarungan Mawar yaitu Kun mengungkapkan, sentra ini tersebut telah berdiri sejak tahun 2011.

Awalnya terdiri dari 10 anggota, sekarang berkembang menjadi 34 anggota dengan mayoritas usaha yang dilakukan adalah pertanian, kue kering, dan ternak.

”Mudahnya langsung dilayani oleh petugas Bank, bisa mendapatkan pembiayaan tanpa agunan serta menambah ilmu pengetahuan yang diberikan dari petugas Bank. Seperti pengelolaan keuangan, cara pengemasan makanan, dan berbagai materi yang disesuaikan kebutuhan anggota sentra,” ungkapnya.

Hal senada dirasakan oleh Ketua Sentra Cinta yaitu Narsipah. Selama bergabung dengan BTPN Syriah sejak 2011, anggota di Sentra Cinta kian bertambah.

Awalnya 10 orang menjadi 18 orang dengan usaha yang dilakukan mencakup toko kelontong, makanan ringan, warung soto, dan usaha lainnya.

”Setiap anggota merasa solid dengan anggota yang lain di Sentra Cinta. Selain semua anggota juga mendapatkan pembiayaan tanpa agunan dari Bank, kami tidak perlu untuk repot pergi ke Bank. Cukup berkumpul di satu rumah, ada petugas Bank yang datang untuk memberikan pelatihan dan lainnya,” pungkasnya. (rei)

Editor : Ali Sodiqin
#sentra #akses keuangan #inklusi #menabung #banyuwangi #pembiayaan #BTPN Syariah