RADAR BANYUWANGI - Tom Cruise terbiasa menantang maut dalam film-film aksinya. Bergelantungan di pesawat, melompat dari tebing dengan sepeda motor, hingga melakukan berbagai adegan berbahaya sudah menjadi bagian dari kariernya.
Namun, tantangan dalam Digger berbeda. Bukan stunt ekstrem yang paling menguras kemampuannya. Cruise justru harus berbicara selama sekitar 10 menit tanpa terputus dalam satu pengambilan gambar.
“Ini seperti monolog selama 10 menit, satu kali pengambilan gambar, sambil mengenakan kostum tubuh gemuk,” kata Cruise dalam podcast New Heights with Jason & Travis Kelce yang tayang 18 September 2026.
Film garapan Alejandro G. Iñárritu itu membawa Cruise menjauh dari karakter waralaba yang selama ini lekat dengannya. Tidak ada Ethan Hunt dari Mission: Impossible. Tidak pula Pete “Maverick” Mitchell dari Top Gun.
Dalam Digger, Cruise memerankan Digger Rockwell, taipan minyak eksentrik yang harus menghadapi konsekuensi dari bencana yang dipicunya sendiri.
Situs resmi film menggambarkan Rockwell sebagai orang paling berkuasa di dunia. Dia berusaha membuktikan diri sebagai penyelamat umat manusia sebelum bencana yang dilepaskannya menghancurkan segalanya.
Film tersebut dibintangi Cruise bersama Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons.
Digger menjalani pemutaran perdana dunia di London pada Selasa, 22 September 2026. Di Indonesia, Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat film berdurasi 129 menit tersebut dijadwalkan tayang mulai 2 Oktober 2026 dengan klasifikasi usia 17 tahun ke atas.
Bagi Cruise, Digger Rockwell menawarkan karakter yang belum pernah dia temui sebelumnya.
“Saya belum pernah membaca karakter seperti ini. Saya juga belum pernah membaca film seperti ini,” ujar Cruise kepada Reuters saat pemutaran perdana di London.
Cruise menyebut Digger sebagai karakter yang benar-benar keterlaluan. Sosok yang sanggup mengatakan berbagai hal yang mungkin hanya berani dipikirkan orang lain.
Dalam wawancara dengan GQ, Cruise bahkan menempatkan peran tersebut sebagai salah satu tantangan terbesar sepanjang kariernya.
“Ini adalah puncak dari semua kemampuan saya. Saya belum pernah melakukan sesuatu seperti ini sebelumnya. Ini karakter paling menantang yang pernah saya mainkan,” katanya.
Monolog 10 Menit Jadi Tantangan
Perubahan Cruise sebagai Digger langsung terlihat dari penampilannya. Rambutnya memutih dan menipis. Wajahnya diubah dengan prostetik. Bentuk tubuhnya juga dibuat lebih besar.
Namun, transformasi fisik itu bukan tantangan utama.
Cruise menunjuk adegan monolog sekitar 10 menit yang direkam dalam satu pengambilan gambar sebagai bagian yang lebih berat.
Adegan tersebut menuntutnya mengingat dialog panjang sekaligus menjaga ritme, gerakan, dan karakter tanpa jeda.
Cruise mengungkapkan bahwa proses riasan dan pemasangan prostetik pada awalnya membutuhkan sekitar enam jam.
Dia kemudian bekerja bersama tim tata rias untuk membagi proses tersebut ke dalam sejumlah tahapan. Setiap tahap diukur dan dilatih hingga waktu pemasangan dapat dipangkas menjadi kurang dari satu jam.
Pendekatan itu sejalan dengan cara kerja Iñárritu.
Dalam wawancara dengan GQ, sutradara asal Meksiko tersebut menceritakan salah satu adegan besar yang melibatkan Cruise, pemain lain, sekitar 300 figuran, pergerakan kamera, serta dialog yang harus berjalan dengan presisi.
Kesalahan kecil bisa membuat pengambilan gambar harus diulang.
Iñárritu sejak awal juga tidak melihat Cruise semata-mata sebagai bintang film aksi.
“Kita tahu dia tidak mengenal rasa takut ketika berhadapan dengan stunt, pesawat, atau lompatan. Namun, menurut saya, ini adalah jenis keberanian yang berbeda,” kata Iñárritu saat CinemaCon pada April 2026.
Iñárritu bahkan memberikan jawaban sederhana ketika ditanya mengapa memilih Cruise sebagai pemeran utama.
“Orang sering bertanya mengapa saya memilih Tom sebagai Digger. Bagi saya, itu seperti bertanya mengapa Anda minum air ketika sedang haus,” ujarnya.
Dibangun dari Pengalaman Panjang Cruise
Gagasan mengenai Digger sudah berada di kepala Iñárritu selama bertahun-tahun.
Dia mengatakan benih karakter tersebut muncul setelah menggarap The Revenant. Saat itu belum ada skenario maupun film. Hanya ada gagasan mengenai seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat kenyataan mengikuti keinginannya.
Cruise merasa pengalaman panjangnya di dunia film menjadi modal penting untuk memainkan karakter tersebut.
Saat memperkenalkan cuplikan Digger di CinemaCon, Cruise mengatakan membutuhkan pengalaman sekitar empat dekade sebagai aktor sebelum merasa mampu memainkan berbagai lapisan dalam diri Rockwell.
Sandra Hüller juga melihat jejak pengalaman tersebut dalam penampilan Cruise.
“Rasanya semua yang dia pelajari selama 46 tahun berakting masuk ke dalam karakter ini,” ujar Hüller kepada Reuters.
Cruise memang bukan pendatang baru dalam drama.
Dia pernah mendapat nominasi Academy Awards untuk penampilannya dalam Born on the Fourth of July, Jerry Maguire, dan Magnolia. Cruise juga masuk nominasi Film Terbaik sebagai salah seorang produser Top Gun: Maverick.
Karena itu, Digger bukan kali pertama Cruise meninggalkan film aksi.
Film tersebut lebih menjadi ruang baginya untuk kembali menonjolkan sisi dramatik melalui karakter yang bertumpu pada dialog, ritme permainan, transformasi fisik, dan kepribadian yang eksentrik.
Taipan Minyak dan Bencana Lingkungan
LSF memberikan gambaran lebih rinci mengenai konflik dalam Digger.
Digger Rockwell disebut sebagai pemilik anjungan minyak di Greenland yang menghasilkan ribuan barel minyak setiap hari. Masalah muncul ketika dia menerima laporan mengenai kebocoran gas metana di fasilitas miliknya.
Dari sana, cerita berkembang menjadi satire tentang kekuasaan, keserakahan, lingkungan, serta tanggung jawab seseorang terhadap konsekuensi tindakannya.
Di belakang kamera, Iñárritu kembali bekerja sama dengan sinematografer Emmanuel Lubezki.
Warner Bros. menyebut Digger direkam seluruhnya menggunakan format VistaVision. Produksi film tersebut juga melibatkan desainer prostetik peraih Oscar Kazu Hiro serta penata rias dan rambut Alessandro Bertolazzi.
Kolaborasi itu mempertemukan dua pendekatan.
Cruise selama beberapa tahun terakhir identik dengan produksi berskala besar dan aksi praktis. Sementara itu, Iñárritu dikenal lewat film-film yang kuat dalam eksplorasi karakter, visual, dan pergerakan kamera.
Dalam Digger, Cruise tetap menghadapi tuntutan fisik.
Hanya saja, salah satu ujian terbesarnya kali ini bukan melompat dari pesawat atau mengejar kendaraan dalam kecepatan tinggi.
Dia harus tetap menjadi Digger Rockwell selama sekitar 10 menit ketika kamera terus merekam. Tanpa jeda. Tanpa potongan.
Editor : Lugas Rumpakaadi