Dari The Odyssey hingga The Love Hypothesis, Mengapa Buku Terus Diburu Industri Film?

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:58 WIB
Hollywood kembali mengandalkan kekuatan cerita dari buku, lengkap dengan pembaca dan basis penggemar yang sudah terbentuk. (IMDb)
Hollywood kembali mengandalkan kekuatan cerita dari buku, lengkap dengan pembaca dan basis penggemar yang sudah terbentuk. (IMDb)

RADAR BANYUWANGI - Dari karya klasik berusia ratusan tahun hingga novel yang viral di media sosial, buku terus menemukan jalan menuju layar.

Sepanjang 2026, deretan adaptasi kembali memenuhi bioskop dan layanan streaming. Wuthering Heights karya Emily Brontë hadir lewat interpretasi Emerald Fennell pada Februari. The Odyssey, epos Homer, dibawa Christopher Nolan ke layar lebar pada Juli.

Giliran The Love Hypothesis, adaptasi novel romantis Ali Hazelwood, tayang di Prime Video mulai 23 September. Tak lama kemudian, Verity karya Colleen Hoover dijadwalkan masuk bioskop pada 2 Oktober dengan Anne Hathaway, Dakota Johnson, dan Josh Hartnett sebagai pemeran utama.

Daftarnya belum berhenti. Netflix juga tengah menyiapkan Narnia: The Magician’s Nephew arahan Greta Gerwig. Namun, proyek tersebut kini masuk agenda 2027. Netflix mengumumkan film itu akan hadir di bioskop global pada 12 Februari 2027 sebelum masuk layanan streaming pada 2 April.

Deretan tersebut menunjukkan satu hal: industri film dan streaming masih melihat buku sebagai sumber cerita yang sangat berharga.

Angkanya cukup besar. Netflix mencatat judul-judul berbasis buku menghasilkan lebih dari 9 miliar views sepanjang 2025. Jumlah tersebut mewakili hampir 20 persen seluruh jam tontonan di platform itu.

Momentum tersebut berlanjut tahun ini. Dalam 13 pekan pertama 2026, adaptasi buku muncul dalam Global Top 10 Netflix setiap pekan. Bahkan, adaptasi menempati posisi pertama Top 10 English TV selama delapan dari 13 pekan tersebut.

Buku memang menawarkan sesuatu yang tidak selalu dimiliki cerita yang benar-benar baru, yaitu pembaca yang sudah mengenal dunia dan karakternya. Di era media sosial, komunitas tersebut semakin mudah terlihat.

BookTok menjadi salah satu contohnya. TikTok, dengan mengutip analisis NielsenIQ BookData dan Media Control, menyebut lebih dari 50 juta buku yang direkomendasikan komunitas #BookTok terjual di sejumlah pasar Eropa sepanjang 2025. Nilainya mencapai sekitar EUR 800 juta.

Hingga 1 Juni 2026, TikTok mencatat lebih dari 80 juta unggahan secara global telah menggunakan tagar #BookTok. Pembaca memakai ruang tersebut untuk membagikan ulasan, rekomendasi, reaksi emosional, hingga mendiskusikan karakter favorit.

Bagi industri hiburan, komunitas semacam itu membuat popularitas sebuah cerita lebih mudah terlihat. Buku tak hanya memiliki angka penjualan, tetapi juga percakapan dan fandom yang dapat diamati.

Namun, membawa buku populer ke layar bukan perkara menyalin halaman demi halaman.

Lili Reinhart menghadapi persoalan itu ketika membintangi sekaligus menjadi produser eksekutif The Love Hypothesis. Novel Ali Hazelwood tersebut sudah mempunyai pembaca yang datang dengan gambaran sendiri tentang karakter Olive Smith dan Adam Carlsen.

“Yang dicari orang bukan uraian buku bagian demi bagian, melainkan perasaan yang ditimbulkan buku itu kepada pembaca,” kata Reinhart kepada Elle pada September 2026.

Menurut dia, tantangannya adalah membuat penonton merasakan kembali emosi yang muncul ketika membaca novel. Adegan dapat dipangkas atau digabung, tetapi pengalaman emosional pembaca tetap perlu dipertahankan.

Di situlah format juga ikut menentukan. Tidak semua novel mudah dipadatkan menjadi film berdurasi sekitar dua jam. Streaming membuka pilihan lain melalui serial dengan beberapa episode, bahkan beberapa musim.

Novel Every Summer After karya Carley Fortune adalah salah satu contohnya.

Prime Video mengadaptasi buku tersebut menjadi Every Year After, serial delapan episode yang mulai tayang pada Juni 2026.

Fortune mengaku awalnya membayangkan cerita itu menjadi film. Prime Video melihat kemungkinan lain.

“Mereka satu-satunya partner yang melihatnya sebagai serial dan punya gagasan sangat jelas bagaimana cerita itu bisa berlangsung dua musim,” ujar Fortune kepada Decider.

Format yang lebih panjang memungkinkan adaptasi memberi ruang lebih besar bagi karakter pendukung, hubungan antartokoh, maupun bagian cerita yang kemungkinan hilang bila seluruh novel harus dipadatkan menjadi satu film.

Hubungan antara buku dan layar juga tidak berjalan satu arah. Adaptasi dapat membawa pembaca ke layanan streaming. Namun, tayangan populer juga dapat mengirim penonton kembali ke toko buku.

Netflix mencatat serial His & Hers mendorong novel Alice Feeney naik ke posisi ke-15 daftar buku terlaris Amazon. Konsumsi audiobook-nya juga melonjak 494 persen.

Efek serupa terjadi pada People We Meet on Vacation. Seusai filmnya tayang di Netflix, novel Emily Henry kembali masuk daftar bestseller New York Times. Penguin Publishing Group menyebut penjualan buku tersebut dalam berbagai format meningkat 97 persen dalam dua pekan setelah penayangan film.

Adaptasi akhirnya membentuk siklus. Pembaca membawa perhatian awal menuju film atau serial. Tayangan tersebut kemudian menjangkau penonton yang mungkin belum pernah membaca bukunya. Sebagian kembali mencari sumber cerita asli, sementara percakapan baru muncul di media sosial.

Karena itu, Hollywood terus kembali ke buku bukan semata-mata karena kekurangan ide.

Buku menawarkan cerita yang telah dibangun, karakter yang sudah dikenal, serta komunitas pembaca yang dapat berkembang menjadi fandom layar. Streaming menambahkan satu keuntungan lain: cerita mempunyai ruang lebih fleksibel untuk menentukan apakah paling cocok menjadi film, serial terbatas, atau kisah beberapa musim.

Tantangan terbesarnya justru muncul setelah hak adaptasi diperoleh. Studio masih harus menjawab pertanyaan yang sama seperti yang dihadapi setiap pembuat adaptasi: bagian mana yang harus dipertahankan, bagian mana yang boleh berubah, dan apakah versi layar mampu membuat pembaca merasakan kembali sesuatu yang dulu mereka temukan di halaman buku.

Editor : Lugas Rumpakaadi
adaptasi buku film adaptasi novel BookTok The Love Hypothesis netflix