Blossom Through the Cloud Disorot, Adegan Rapat CEO Justru Jadi Perhatian Penonton China

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:22 WIB
Adegan rapat Hengshi Airlines dalam Blossom Through the Cloud menjadi sorotan karena menampilkan aktivitas dan pengambilan keputusan seorang eksekutif secara serius. (Viu)
Adegan rapat Hengshi Airlines dalam Blossom Through the Cloud menjadi sorotan karena menampilkan aktivitas dan pengambilan keputusan seorang eksekutif secara serius. (Viu)

RADAR BANYUWANGI - Drama romantis dengan karakter CEO biasanya mengandalkan kisah cinta, penampilan mewah, atau sosok pimpinan yang dingin dan berkuasa. Namun, Blossom Through the Cloud menawarkan daya tarik berbeda. Adegan rapat perusahaan yang terlihat serius justru menjadi salah satu bagian yang diperbincangkan penonton China.

Drama China terbaru ini dibintangi Wei Zheming, Liu Xiening, Fei Qiming, dan Zhao Qing. Blossom Through the Cloud mulai tayang di Viu pada 31 Agustus 2026 dengan subtitle Indonesia.

Mengambil latar industri penerbangan, cerita berpusat pada Ruan Sixian yang diperankan Liu Xiening. Ia bekerja sebagai pramugari di Hengshi Airlines, tetapi memiliki ambisi untuk menjadi pilot.

Keinginan tersebut sempat mendapat kesempatan melalui program pelatihan internal perusahaan. Sayangnya, program itu dibatalkan sebelum Sixian dapat mewujudkan impiannya. Perselisihan yang berawal dari kesalahpahaman dengan Fu Mingyu, Wakil Presiden Hengshi Airlines yang diperankan Wei Zheming, turut memperburuk keadaan.

Sixian kemudian meninggalkan perusahaan dan memilih menempuh pendidikan penerbangan. Tiga tahun kemudian, ia kembali dengan status sebagai lulusan terbaik dan justru menjadi sosok yang diperebutkan sejumlah maskapai.

Rapat perusahaan yang justru mencuri perhatian

Dikutip dari Sina, adegan rapat pimpinan Hengshi Airlines menjadi pembicaraan di media sosial China. Warganet bahkan menyebutnya sebagai adegan rapat yang “paling menghormati karakter bos”.

Perhatian tersebut bukan muncul karena rapat itu dibuat dramatis. Sebaliknya, adegan tersebut dianggap menarik karena memperlihatkan Fu Mingyu menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang eksekutif.

Fu Mingyu tidak sekadar diperkenalkan sebagai pimpinan melalui dialog atau penampilannya dalam setelan mahal. Penonton diperlihatkan bagaimana ia berada dalam lingkungan kerja, menerima laporan, memahami persoalan perusahaan, dan mengambil keputusan.

Ruang rapat yang digambarkan dalam drama juga dibuat cukup meyakinkan. Puluhan peserta hadir dengan pakaian formal dan kartu identitas. Di layar ruangan terlihat peta rute serta data yang berkaitan dengan operasional penerbangan.

Pembahasannya tidak berhenti pada persoalan yang bersifat umum. Rapat tersebut menyentuh sejumlah hal yang berkaitan dengan bisnis maskapai, termasuk perencanaan rute, risiko keselamatan, dan strategi pengembangan perusahaan.

Tidak ada adegan romantis yang tiba-tiba disisipkan untuk mempertemukan Fu Mingyu dan Sixian. Fokusnya tetap pada pekerjaan.

Justru dari situ karakter Fu Mingyu dibangun.

Ia tidak harus membentak bawahan, melempar dokumen, atau menunjukkan kemarahan untuk memperlihatkan bahwa dirinya memiliki kewenangan. Cara menyimak laporan dan memberikan keputusan secara singkat sudah cukup menggambarkan posisinya sebagai pimpinan.

Pendekatan ini membuat status Fu Mingyu sebagai eksekutif terasa lebih masuk akal. Penonton tidak hanya diberi tahu bahwa ia seorang bos, tetapi juga diperlihatkan alasan mengapa keputusan yang dibuatnya didengarkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Saat pekerjaan menjadi bagian dari karakter

Adegan tersebut sekaligus menjadi pembeda di tengah banyaknya drama romantis yang menggunakan perusahaan sebagai latar cerita. Dalam sejumlah cerita bertema CEO, jabatan direktur atau pemilik perusahaan menjadi identitas tokoh, tetapi aktivitas pekerjaan mereka hanya mendapat sedikit porsi.

Blossom Through the Cloud mencoba menjadikan profesi sebagai bagian dari perkembangan karakter.

Hal itu juga terlihat dari perjalanan Ruan Sixian. Keinginannya menjadi pilot tidak digambarkan sebagai perubahan yang terjadi begitu saja. Ia harus menghadapi kegagalan ketika program pelatihan internal dibatalkan, meninggalkan pekerjaan sebagai pramugari, kemudian menempuh pendidikan penerbangan.

Tiga tahun yang dilaluinya menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Ketika kembali, Sixian tidak lagi berada pada posisi sebagai pegawai yang membutuhkan kesempatan dari perusahaan.

Ia pulang sebagai lulusan terbaik yang memiliki kemampuan dan nilai profesional. Sejumlah maskapai bahkan menginginkan dirinya.

Perubahan itu kemudian memengaruhi hubungan Sixian dengan Fu Mingyu.

Jika sebelumnya Sixian berada dalam posisi yang harus berhadapan dengan seorang pimpinan perusahaan, situasinya berbalik ketika ia kembali. Kali ini Fu Mingyu yang membutuhkan kemampuan Sixian dan datang untuk merekrutnya.

Romansa yang tidak hanya bertumpu pada sosok CEO

Dinamika tersebut membuat hubungan dua karakter utama tidak hanya dibangun melalui status Fu Mingyu sebagai bos dan Sixian sebagai pegawai.

Sixian memiliki ambisi serta kompetensi sendiri. Ia tidak digambarkan hanya sebagai perempuan yang mendapatkan perhatian seorang CEO. Perjalanan profesionalnya menjadi bagian penting dari identitas karakter.

Di sisi lain, Fu Mingyu juga memiliki persoalan dan tanggung jawab di industri penerbangan. Hubungan keduanya berkembang ketika mereka kembali bertemu dalam lingkungan yang menuntut kemampuan profesional, bukan sekadar perasaan pribadi.

Pendekatan seperti ini membuat aktivitas pekerjaan memiliki fungsi lebih besar dalam cerita. Rapat perusahaan, keputusan bisnis, pendidikan penerbangan, hingga proses membangun karier Sixian menjadi bagian yang membantu perkembangan karakter.

Hal tersebut pula yang membuat adegan rapat Hengshi Airlines mendapat perhatian. Aktivitas yang dalam kehidupan nyata tergolong rutin justru terasa berbeda ketika drama menunjukkan detail pekerjaan dengan lebih serius.

Pada akhirnya, Blossom Through the Cloud tidak hanya menawarkan kisah pertemuan kembali antara seorang calon pilot dan eksekutif maskapai. Drama ini juga mencoba menunjukkan bagaimana ambisi, kompetensi, dan tanggung jawab pekerjaan dapat berjalan berdampingan dengan cerita romantis.

Penonton Indonesia dapat menyaksikan perjalanan Ruan Sixian mengejar impiannya menjadi pilot dan pertemuannya kembali dengan Fu Mingyu melalui Blossom Through the Cloud di Viu. Drama tersebut mulai tayang pada 31 Agustus 2026 dengan subtitle Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Blossom Through the Cloud Wei Zheming Liu Xiening drama romantis CEO drama china