RADAR BANYUWANGI – Suara berat dan berwibawa Optimus Prime kini tinggal kenangan. Peter Cullen, aktor sekaligus pengisi suara yang selama lebih dari empat dekade menjadi sosok di balik pemimpin Autobots dalam franchise Transformers, meninggal dunia pada usia 85 tahun di Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu (26/8/2026).
Kabar duka tersebut dikonfirmasi agen Cullen, Kevin Motley, kepada TMZ. Cullen meninggal di rumahnya di Los Angeles dalam keadaan tenang dan dikelilingi orang-orang tercintanya. Hingga kini, penyebab kematiannya belum diumumkan kepada publik.
Keluarga Cullen meminta penggemar tidak hanya mengenang sang aktor melalui karakter-karakter yang pernah dihidupkannya, tetapi juga melalui nilai kehidupan yang dia pegang selama puluhan tahun.
"Keluarganya meminta Anda untuk menghormati warisan luar biasanya dengan melayani komunitas Anda dan memimpin orang lain dengan kasih sayang, integritas, dan loyalitas," demikian pesan keluarga yang disampaikan melalui pihak agensi.
Suara yang Membentuk Optimus Prime
Nama Peter Cullen nyaris tak terpisahkan dari Optimus Prime. Ketika serial animasi Transformers mulai ditayangkan pada 1984, Cullen memberikan suara bariton yang kemudian menjadi identitas khas pemimpin Autobots tersebut.
Suara Cullen tidak sekadar terdengar gagah. Ada perpaduan ketegasan, ketenangan, dan kehangatan yang membuat Optimus Prime tampil sebagai sosok pemimpin yang disegani sekaligus memiliki empati.
Cullen kemudian terus kembali memerankan Optimus Prime dalam berbagai proyek Transformers. Ia mengisi suara karakter tersebut dalam film animasi The Transformers: The Movie pada 1986 hingga berbagai film live-action garapan Michael Bay.
Bahkan, ketika franchise tersebut memasuki generasi baru, suara Cullen masih terdengar. Ia kembali sebagai Optimus Prime dalam Transformers: Rise of the Beasts yang dirilis pada 2023.
Lebih dari sekadar pekerjaan, karakter Optimus Prime juga memiliki kaitan personal dengan kehidupan Cullen.
Ia pernah mengungkap bahwa karakter suara Optimus Prime terinspirasi dari kakaknya, Larry, seorang veteran Korps Marinir Amerika Serikat yang pernah bertugas di Vietnam.
Pengalaman tersebut ikut membentuk cara Cullen memandang sosok pahlawan. Baginya, kekuatan tidak selalu harus ditunjukkan melalui suara keras atau sikap keras.
Nilai itu kemudian terasa dalam karakter Optimus Prime: pemimpin yang memiliki kekuatan besar, tetapi tetap mengedepankan kepedulian dan rasa kemanusiaan.
Bukan Hanya Optimus Prime
Warisan Cullen di industri hiburan ternyata jauh lebih luas.
Ia juga dikenal sebagai pengisi suara Eeyore, karakter keledai pemurung dalam berbagai proyek Winnie the Pooh. Suara khasnya membuat karakter tersebut mudah dikenali dan dicintai penonton dari berbagai generasi.
Cullen juga mengisi suara KARR dalam serial Knight Rider dan Monterey Jack dalam Chip 'n Dale Rescue Rangers.
Ia bahkan memberikan efek vokal untuk sosok Predator dalam film Predator (1987), yang dibintangi Arnold Schwarzenegger.
Karier Cullen telah dimulai jauh sebelum namanya identik dengan Optimus Prime. Pada era 1960-an, ia aktif di radio dan televisi Kanada sebelum kemudian membangun karier panjang sebagai aktor dan pengisi suara.
Sepanjang perjalanan kariernya, Cullen tercatat memiliki lebih dari 200 kredit dalam film, serial televisi, animasi, video game, dan berbagai proyek hiburan lainnya.
Penghargaan di Penghujung Karier
Dedikasi Cullen selama puluhan tahun mendapat pengakuan dari industri.
Pada 2023, ia menerima Lifetime Achievement Award dalam ajang Children's and Family Emmy Awards. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap dunia hiburan, khususnya seni pengisi suara.
Kini, perjalanan panjang itu telah berakhir.
Bagi jutaan penggemar Transformers, warisan Peter Cullen bukan hanya deretan kredit dalam film dan serial. Warisan itu adalah suara yang selama puluhan tahun memberi kehidupan kepada Optimus Prime—sebuah suara yang membuat sosok pemimpin Autobots terasa nyata, tegas, sekaligus manusiawi.
Peter Cullen telah pergi. Namun suara Optimus Prime yang dibentuknya akan terus hidup dalam ingatan beberapa generasi penggemar. (*)
Editor : Ali Sodiqin