RADAR BANYUWANGI - Adegan romantis di film tak selalu lahir dari chemistry yang hangat. Delapan pasangan aktor berikut justru dikisahkan memiliki hubungan yang kurang harmonis di balik kamera, tetapi tetap mampu meyakinkan penonton bahwa mereka sedang jatuh cinta. Dari Ryan Gosling dan Rachel McAdams hingga Patrick Swayze dan Jennifer Grey, kisah di balik layar mereka tak kalah dramatis dibanding film yang dibintangi.
Dunia perfilman memang menuntut aktor untuk membuat sesuatu yang palsu terlihat nyata. Tatapan penuh cinta, pelukan, bahkan adegan ciuman harus dimainkan seolah-olah lahir secara spontan.
Padahal, di balik kamera, situasinya bisa sangat berbeda.
Bayangkan harus melakukan adegan romantis dengan seseorang yang tidak terlalu disukai. Kru berdiri di sekitar lokasi, kamera mengarah tepat ke wajah, sementara sang aktor dituntut menunjukkan ekspresi penuh gairah.
Namun, justru kondisi semacam itu terkadang menghasilkan adegan yang ikonik.
Berikut delapan pasangan aktor yang chemistry-nya terlihat meyakinkan di layar, tetapi hubungan mereka di balik layar pernah diwarnai ketegangan atau ketidaknyamanan.
1. Ryan Gosling dan Rachel McAdams – The Notebook
Sulit membayangkan Ryan Gosling dan Rachel McAdams tidak akur ketika mengingat kisah cinta Noah dan Allie dalam The Notebook.
Namun, proses produksinya ternyata tidak semulus kisah romantis yang ditampilkan di layar.
Gosling disebut pernah meminta sutradara agar McAdams diganti ketika proses syuting berlangsung. Hubungan keduanya saat itu dikabarkan cukup tegang.
Ironisnya, keadaan kemudian berubah. Gosling dan McAdams justru menjalin hubungan asmara di kehidupan nyata setelah bekerja bersama.
Chemistry yang awalnya sulit dibangun akhirnya justru berkembang menjadi kisah cinta di luar layar.
2. Sharon Stone dan Billy Baldwin – Sliver
Sharon Stone dan Billy Baldwin tampil dalam sejumlah adegan sensual di Sliver.
Namun, hubungan keduanya di balik kamera dikabarkan jauh dari kata hangat.
Baldwin disebut pernah melontarkan komentar yang membuat Stone tidak nyaman. Bahkan beredar cerita mengenai komentar terhadap bibir dan napas Stone setelah mereka menjalani adegan romantis.
Situasi semakin pelik setelah muncul laporan bahwa seorang produser bahkan menyarankan Stone menjalin hubungan dengan Baldwin agar chemistry mereka terasa lebih nyata.
Stone menolak gagasan tersebut. Baginya, akting tetaplah akting. Chemistry di layar tidak harus berasal dari hubungan romantis sungguhan.
3. Harrison Ford dan Sean Young – Blade Runner
Dalam Blade Runner, Harrison Ford dan Sean Young harus menampilkan hubungan yang penuh ketegangan.
Ironisnya, ketegangan tersebut bukan semata-mata berasal dari karakter yang mereka mainkan.
Hubungan Ford dan Young di lokasi syuting dikabarkan tidak mudah. Young bahkan pernah menggambarkan pengalaman syuting adegan romantis mereka dengan nada yang jauh dari romantis.
Ada pula cerita mengenai ketegangan antara Young dan sutradara Ridley Scott.
Alhasil, adegan cinta dalam film tersebut justru terasa semakin kompleks ketika mengetahui situasi di belakang layar.
4. Kim Basinger dan Mickey Rourke – 9½ Weeks
Adegan sensual dalam 9½ Weeks menjadi salah satu bagian yang paling dikenal dari film tersebut. Namun, proses pembuatannya disebut jauh dari menyenangkan bagi Kim Basinger.
Basinger dikabarkan merasa proses produksi sangat menguras emosi dan fisik. Sutradara Adrian Lyne disebut sengaja mempertahankan atmosfer penuh tekanan untuk mendapatkan ketegangan yang diinginkan dalam film.
Beberapa adegan bahkan dilakukan di lokasi yang tidak nyaman, termasuk di dekat dinding berkarat.
Hasil akhirnya memang terlihat intens di layar. Tetapi bagi pemainnya, pengalaman tersebut disebut meninggalkan kesan yang jauh lebih berat.
5. Penn Badgley dan Blake Lively – Gossip Girl
Kisah Penn Badgley dan Blake Lively sedikit berbeda.
Keduanya bukan hanya pernah menjadi pasangan di layar sebagai Dan Humphrey dan Serena van der Woodsen, tetapi juga pernah berpacaran di kehidupan nyata.
Masalahnya, hubungan pribadi mereka berakhir sementara karakter yang diperankan masih harus terus terlihat romantis di depan kamera.
Badgley bahkan pernah menyebut Lively ketika membahas pengalaman ciuman terbaik sekaligus terburuknya. Situasi tersebut jelas tidak sederhana.
Meski begitu, keduanya tetap profesional dan mampu menjalankan tuntutan pekerjaan.
6. Thandie Newton dan Tom Cruise – Mission: Impossible 2
Thandiwe Newton dan Tom Cruise harus membangun chemistry dalam Mission: Impossible 2.
Newton kemudian menceritakan bahwa menjalani adegan romantis bersama Cruise bukan pengalaman yang mudah.
Ia menggambarkan situasi syuting tersebut sebagai sesuatu yang membuatnya gugup dan tertekan. Bahkan berbagai detail teknis di balik pengambilan gambar disebut justru membuat adegan semakin canggung.
Di layar, keduanya terlihat sebagai pasangan yang sedang berada dalam situasi penuh ketegangan.
Di belakang kamera, tantangannya ternyata benar-benar berbeda.
7. Johnny Depp dan Angelina Jolie – The Tourist
Pasangan Johnny Depp dan Angelina Jolie tampak seperti kombinasi sempurna untuk film romantis berlatar Eropa.
Namun, proses produksi The Tourist disebut tidak selalu berjalan mulus.
Jolie pernah mengkritik sejumlah hal mengenai persiapan Depp untuk perannya. Berbagai laporan juga menyebut adanya ketidaknyamanan di antara keduanya selama proses produksi.
Meski begitu, tuntutan profesional tetap membuat keduanya harus tampil meyakinkan di depan kamera.
Hasilnya, penonton tetap mendapatkan adegan romantis yang terlihat jauh lebih mulus daripada cerita di balik pembuatannya.
8. Patrick Swayze dan Jennifer Grey – Dirty Dancing
Jika ada pasangan film yang membuktikan bahwa chemistry di layar tidak selalu berarti hubungan harmonis di belakang layar, Patrick Swayze dan Jennifer Grey adalah salah satu contohnya.
Sebagai Johnny dan Baby dalam Dirty Dancing, keduanya menghasilkan salah satu pasangan paling ikonik dalam sejarah film.
Namun, Swayze pernah mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap Grey. Salah satu persoalannya adalah kebiasaan Grey tertawa saat pengambilan gambar sehingga sejumlah adegan harus diulang.
Swayze juga merasa kemampuan menari Grey belum cukup matang ketika proses produksi dimulai.
Meski sempat mengalami gesekan, hubungan profesional keduanya akhirnya mendapat apresiasi besar. Bertahun-tahun kemudian, keduanya tetap dikenang sebagai salah satu pasangan layar paling berkesan.
Ketika Akting Mengalahkan Perasaan Pribadi
Delapan kisah tersebut memperlihatkan satu hal: chemistry yang terlihat sempurna di layar belum tentu mencerminkan hubungan sebenarnya di balik kamera.
Aktor dituntut memisahkan perasaan pribadi dengan karakter yang dimainkan. Bahkan ketika hubungan antarpemain sedang tidak baik, kamera tetap harus menangkap tatapan, sentuhan, dan ekspresi yang membuat penonton percaya bahwa mereka sedang jatuh cinta.
Justru di situlah kemampuan akting diuji.
Karena bagi penonton, yang terlihat hanyalah kisah cinta di layar. Drama sebenarnya sering kali baru terungkap setelah kamera berhenti merekam. (*)
Editor : Ali Sodiqin