Ternyata Bukan Bette Davis, Ini Sosok di Balik Lahirnya Julukan Oscar

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:23 WIB
Patung Oscar menjadi salah satu simbol paling dikenal dalam industri film dunia. Sejarah penamaannya kini lebih kuat dikaitkan dengan candaan Eleanore Lilleberg pada era awal Akademi. (Antara)
Patung Oscar menjadi salah satu simbol paling dikenal dalam industri film dunia. Sejarah penamaannya kini lebih kuat dikaitkan dengan candaan Eleanore Lilleberg pada era awal Akademi. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Nama “Oscar” begitu melekat pada penghargaan tertinggi perfilman Amerika Serikat hingga banyak orang mengira sebutan tersebut merupakan bagian dari strategi resmi Academy of Motion Picture Arts and Sciences.

Namun, sejarah di balik nama itu ternyata jauh lebih sederhana dan berawal dari candaan seorang staf Akademi pada era 1930-an.

Hasil penelusuran sejarah yang kembali mendapat perhatian pada 2026 memperkuat dugaan bahwa sosok yang berada di balik julukan tersebut adalah Eleanore Lilleberg, seorang sekretaris dan asisten kantor Akademi yang memiliki latar belakang Norwegia.

Lilleberg disebut mulai menyebut patung penghargaan tersebut dengan nama “Oscar” secara bercanda.

Menurut penelusuran mantan direktur eksekutif Akademi, Bruce Davis, nama itu berkaitan dengan seorang veteran tentara Norwegia yang pernah dikenal keluarga Lilleberg di Chicago.

Veteran tersebut disebut memiliki ciri khas selalu berdiri tegak dan tinggi.

Kesan itulah yang diduga menjadi bahan lelucon Lilleberg ketika melihat patung berlapis emas yang juga memiliki postur tegak.

Temuan itu menggeser sejumlah cerita populer yang selama puluhan tahun beredar mengenai asal-usul nama Oscar.

Salah satu versi yang paling dikenal mengaitkannya dengan Margaret Herrick, pustakawan pertama Akademi.

Herrick selama ini disebut pernah menyamakan patung tersebut dengan seorang kerabat bernama Oscar.

Versi lain juga pernah mengaitkan nama tersebut dengan aktris Bette Davis.

Namun, penelitian Bruce Davis menunjukkan kedua kisah itu memiliki persoalan kronologis dan bukti yang tidak cukup kuat.

Penggunaan nama “Oscar” dalam pemberitaan juga diketahui sudah muncul sebelum sejumlah klaim pribadi tersebut berkembang.

Davis menemukan petunjuk penting melalui tulisan Einar Lilleberg, saudara Eleanore.

Catatan tersebut menyebut Eleanore memang terbiasa menggunakan nama “Oscar” untuk menyebut patung penghargaan, lalu anggota staf lain ikut menganggapnya lucu hingga sebutan itu menyebar.

Meski demikian, asal-usul nama “Oscar” belum dapat disebut sebagai fakta yang terbukti mutlak.

Davis sendiri menyatakan teorinya merupakan penjelasan yang paling meyakinkan berdasarkan bukti yang berhasil ditemukan, bukan kesimpulan yang didukung dokumen pencetus nama secara langsung.

Yang menarik, kisah tersebut berdiri berdampingan dengan sejarah awal Academy Awards yang jauh lebih formal dan berorientasi pada kepentingan industri.

Academy didirikan pada 1927 dengan keterlibatan tokoh studio seperti Louis B. Mayer.

Dalam kutipan yang dikenal dari Mayer, penghargaan dipandang sebagai cara untuk memotivasi para pekerja film agar terus menghasilkan karya.

“Cara terbaik untuk mengendalikan para pembuat film adalah dengan menggantungkan medali di tubuh mereka. Jika saya memberi mereka piala, mereka akan bekerja mati-matian,” ujarnya.

Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana penghargaan pada masa awal Hollywood juga memiliki fungsi strategis dalam hubungan antara studio dan pekerja film.

Namun, nama “Oscar” justru tampaknya tidak lahir dari perencanaan besar itu.

Dalam perkembangan berikutnya, sebutan yang awalnya merupakan sapaan informal di lingkungan internal Akademi berubah menjadi nama yang dikenal di seluruh dunia.

Akademi sendiri kemudian secara resmi menggunakan istilah “Oscar” pada 1939.

Ada pula bukti bahwa nama tersebut telah beredar di media sebelum klaim terkenal Sidney Skolsky.

Peneliti Waldemar Dalenogare Neto menemukan kemungkinan penggunaan publik awal dalam tulisan jurnalis Relman Morin pada Desember 1933.

Temuan itu semakin memperumit klaim bahwa satu tokoh tertentu menciptakan istilah tersebut di hadapan publik.

Cerita tentang Oscar menunjukkan bagaimana sebuah istilah besar dalam industri film dapat lahir dari hal yang sangat kecil: candaan seorang staf di balik panggung.

Bukan kampanye pemasaran, bukan keputusan resmi, dan bukan pula nama seorang tokoh Hollywood terkenal yang menjadi titik awalnya.

Bagi dunia perfilman, kisah itu menjadi pengingat bahwa banyak simbol budaya populer justru tumbuh secara organik.

Sebuah sapaan bercanda kepada patung emas akhirnya bertahan hampir satu abad dan berubah menjadi salah satu nama paling ikonik dalam sejarah sinema dunia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Academy Awards Eleanore Lilleberg sejarah Hollywood Louis B. Mayer Oscar