RADAR BANYUWANGI — Chemistry panas di layar ternyata tak selalu lahir dari hubungan yang harmonis di lokasi syuting. Sejumlah aktor dan aktris Hollywood justru pernah menjalani adegan romantis dengan lawan main yang mereka tidak sukai, bahkan dalam beberapa kasus hubungan keduanya sempat benar-benar memanas di luar kamera.
Adegan ciuman dan kisah cinta dalam film memang harus terlihat meyakinkan di depan penonton. Namun, bagi para pemainnya, situasinya bisa jauh berbeda: kamera menyala, puluhan kru memperhatikan, sementara mereka harus berpura-pura jatuh cinta kepada seseorang yang hubungan personalnya justru penuh masalah.
Berikut delapan pasangan aktor yang pernah menghadapi situasi tersebut, mulai dari Ryan Gosling dan Rachel McAdams dalam The Notebook hingga Patrick Swayze dan Jennifer Grey dalam Dirty Dancing.
1. Ryan Gosling dan Rachel McAdams – The Notebook
Sulit membayangkan Noah dan Allie tanpa Ryan Gosling dan Rachel McAdams. Namun, hubungan keduanya pada awal produksi The Notebook justru jauh dari romantis.
Gosling bahkan disebut pernah meminta sutradara agar McAdams diganti dengan aktris lain. Keduanya dikabarkan sulit bekerja sama dan sempat terlibat ketegangan selama proses syuting.
Ironisnya, situasi tersebut kemudian berubah drastis. Gosling dan McAdams akhirnya menjalin hubungan di dunia nyata setelah berperan sebagai pasangan dalam film tersebut.
Kisah mereka menjadi salah satu contoh paling menarik bahwa chemistry di depan kamera terkadang bisa berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar terjadi di luar layar.
2. Sharon Stone dan Billy Baldwin – Sliver
Sharon Stone merupakan salah satu bintang terbesar Hollywood ketika membintangi Sliver bersama Billy Baldwin.
Adegan romantis keduanya terlihat panas di layar. Namun, hubungan mereka di belakang kamera justru disebut tidak berjalan mulus.
Baldwin dikabarkan pernah melontarkan komentar yang tidak menyenangkan mengenai Stone setelah menjalani adegan intim. Stone kemudian menunjukkan bahwa dirinya tidak membutuhkan hubungan pribadi dengan lawan main untuk menciptakan chemistry di depan kamera.
Situasi bahkan menjadi semakin kontroversial ketika muncul laporan bahwa seorang produser menyarankan Stone menjalin hubungan dengan Baldwin demi meningkatkan chemistry.
Stone menolak gagasan tersebut. Baginya, profesionalisme seorang aktor seharusnya cukup untuk membuat adegan romantis terlihat meyakinkan.
3. Harrison Ford dan Sean Young – Blade Runner
Dalam Blade Runner, Harrison Ford dan Sean Young terlihat memiliki hubungan romantis yang kuat sebagai Rick Deckard dan Rachael.
Namun, suasana di balik kamera disebut jauh lebih dingin.
Young pernah menggambarkan Ford sebagai sosok yang sulit diajak bekerja sama. Ia juga mengklaim bahwa adegan romantis mereka terasa tidak nyaman, terutama karena adanya ketegangan antara dirinya dengan sutradara Ridley Scott.
Akibatnya, adegan yang terlihat penuh gairah bagi penonton justru menyimpan cerita berbeda di balik proses pembuatannya.
4. Kim Basinger dan Mickey Rourke – 9½ Weeks
9½ Weeks dikenal sebagai salah satu film erotis paling ikonik pada era 1980-an. Kim Basinger dan Mickey Rourke menjadi pusat perhatian karena adegan romantis mereka.
Namun, Basinger kemudian mengungkap bahwa proses syuting tidak selalu menyenangkan.
Sutradara Adrian Lyne disebut sengaja menciptakan tekanan dan ketegangan di lokasi untuk mendapatkan atmosfer yang dianggap sesuai dengan karakter film.
Basinger menggambarkan sejumlah adegan sebagai pengalaman yang menguras emosi sekaligus fisik. Bahkan, beberapa adegan dilakukan di dekat dinding yang kasar dan berkarat.
Hasil akhirnya memang terlihat intens di layar, tetapi proses di baliknya jauh dari gambaran romantis yang disaksikan penonton.
5. Penn Badgley dan Blake Lively – Gossip Girl
Hubungan Penn Badgley dan Blake Lively menjadi kasus yang lebih rumit karena keduanya pernah berpacaran di dunia nyata.
Dalam Gossip Girl, keduanya berperan sebagai Dan Humphrey dan Serena van der Woodsen, pasangan yang hubungan cintanya menjadi salah satu cerita utama serial tersebut.
Badgley bahkan pernah memberikan jawaban unik ketika ditanya mengenai ciuman terbaik dan terburuknya di layar. Keduanya ternyata sama-sama melibatkan Lively.
Masalahnya, status hubungan mereka berubah sepanjang perjalanan serial. Ada masa ketika mereka berpacaran dan ada pula periode ketika keduanya sudah berpisah tetapi masih harus memerankan pasangan romantis.
Meski demikian, Badgley mengakui mereka tetap berusaha profesional ketika harus bekerja bersama.
6. Thandie Newton dan Tom Cruise – Mission: Impossible 2
Thandie Newton pernah menceritakan pengalaman tidak nyaman ketika menjalani adegan romantis bersama Tom Cruise dalam Mission: Impossible 2.
Newton menggambarkan pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang menakutkan, terutama karena Cruise memiliki energi yang sangat intens saat bekerja.
Ia juga pernah menceritakan detail kostum yang dikenakan Cruise ketika menjalani adegan tersebut. Alih-alih membantu suasana romantis, detail itu justru menjadi sumber gangguan tersendiri baginya.
Adegan akhirnya tetap terlihat meyakinkan ketika film dirilis. Namun, pengalaman Newton menunjukkan bahwa menciptakan chemistry di depan kamera tidak selalu berarti prosesnya menyenangkan bagi para pemain.
7. Johnny Depp dan Angelina Jolie – The Tourist
Johnny Depp dan Angelina Jolie terlihat seperti kombinasi sempurna untuk sebuah film romantis: dua bintang besar Hollywood dipertemukan dalam film berlatar Eropa yang penuh kemewahan.
Namun, proses produksi The Tourist disebut tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Jolie dikabarkan kurang menyukai penampilan Depp ketika sang aktor disebut datang ke lokasi syuting tanpa persiapan fisik yang sesuai dengan ekspektasinya.
Ada pula laporan mengenai persoalan kebersihan pribadi Depp yang membuat Jolie tidak nyaman. Meski demikian, keduanya tetap menjalankan tuntutan profesional dan menghasilkan adegan romantis yang terlihat meyakinkan di layar.
Kontras antara citra glamor film dan cerita di balik layar membuat hubungan kerja keduanya menjadi salah satu kisah menarik dari produksi The Tourist.
8. Patrick Swayze dan Jennifer Grey – Dirty Dancing
Tidak ada yang menyangka bahwa salah satu pasangan paling ikonik dalam sejarah film romantis justru memiliki hubungan yang cukup rumit ketika Dirty Dancing diproduksi.
Patrick Swayze dan Jennifer Grey memerankan Johnny Castle dan Frances “Baby” Houseman. Keduanya menghasilkan chemistry luar biasa yang kemudian menjadi salah satu alasan Dirty Dancing begitu dikenang.
Namun, Swayze mengaku sempat frustrasi menghadapi Grey selama proses syuting.
Grey disebut sering tertawa ketika sedang menjalani adegan sehingga pengambilan gambar harus diulang. Swayze yang sudah terbiasa dengan disiplin tinggi sebagai penari akhirnya beberapa kali kehilangan kesabaran.
Meski demikian, hubungan keduanya kemudian berubah. Bertahun-tahun setelah film tersebut dirilis, keduanya justru saling memberikan penghargaan dan mengakui kontribusi masing-masing.
Chemistry Film Tak Selalu Berarti Chemistry Pribadi
Delapan kisah tersebut memperlihatkan satu hal penting dalam industri film: chemistry yang terlihat sempurna di layar tidak otomatis mencerminkan hubungan pribadi para pemainnya.
Adegan romantis merupakan hasil kerja kolektif antara aktor, sutradara, koreografer, sinematografer, penata kamera hingga editor. Karena itu, dua orang yang tidak memiliki hubungan harmonis sekalipun tetap bisa menciptakan kisah cinta yang dipercaya jutaan penonton.
Dari The Notebook, Blade Runner, 9½ Weeks, Gossip Girl, The Tourist hingga Dirty Dancing, layar akhirnya hanya menunjukkan hasil akhirnya. Drama sebenarnya terkadang justru terjadi ketika kamera belum dinyalakan. (*)
Editor : Ali Sodiqin