Film Kate Hudson Masih Menghasilkan Uang untuk McConaughey

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:26 WIB
How to Lose a Guy in 10 Days yang dibintangi Matthew McConaughey dan Kate Hudson masih menjadi sumber pendapatan residual terbesar bagi McConaughey, lebih dari dua dekade setelah dirilis. (IMDb)
How to Lose a Guy in 10 Days yang dibintangi Matthew McConaughey dan Kate Hudson masih menjadi sumber pendapatan residual terbesar bagi McConaughey, lebih dari dua dekade setelah dirilis. (IMDb)

RADAR BANYUWANGI - Matthew McConaughey ternyata masih memetik hasil finansial dari salah satu film yang ikut mengukuhkan namanya sebagai bintang komedi romantis. Lebih dari dua dekade setelah dirilis, How to Lose a Guy in 10 Days disebut tetap menjadi film yang memberikan pendapatan residual terbesar bagi sang aktor.

Keterangan itu disampaikan McConaughey dalam penampilannya di podcast Happy Sad Confused bersama Josh Horowitz pada Agustus 2026. Dalam wawancara tersebut, ia menyebut film produksi 2003 itu sebagai salah satu komedi romantis favoritnya sekaligus proyek yang memberikan pemasukan jangka panjang paling besar dibanding film-film lain yang pernah dibintanginya.

Menariknya, besarnya pendapatan tersebut bukan semata berasal dari masa kejayaan film di bioskop. McConaughey mengenang periode ketika televisi kabel dan DVD masih menjadi saluran utama distribusi film. Pada masa itu, ia mengaku menerima cek residual dalam jumlah besar, terutama setelah film tersebut kembali ramai ditonton menjelang dan setelah Hari Valentine.

Pola itu menunjukkan satu hal: usia film tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan menghasilkan uang. How to Lose a Guy in 10 Days justru terus menemukan penonton baru melalui penayangan ulang dan distribusi lintas platform. Menurut laporan Entertainment Weekly, film tersebut masih menghasilkan residual dari penayangan di televisi, layanan streaming, bahkan hiburan dalam penerbangan.

Film yang memasangkan McConaughey dengan Kate Hudson tersebut memang memiliki umur panjang di kalangan penonton. Dirilis pada 2003, kisahnya mengikuti Andie Anderson, seorang penulis majalah, dan Benjamin Barry, eksekutif periklanan yang sama-sama menjalankan permainan untuk membuktikan ambisi masing-masing. Premis sederhana itu kemudian ditopang chemistry dua pemeran utama yang membuat filmnya terus dikenang sebagai salah satu rom-com populer era 2000-an.

Bagi McConaughey, daya tahan tersebut terasa semakin menarik karena perjalanan kariernya kemudian melebar jauh dari genre romantis. Ia meraih Oscar lewat Dallas Buyers Club dan tampil dalam berbagai proyek drama, thriller, hingga film berskala besar. Namun, justru film komedi romantis yang telah berusia lebih dari 20 tahun itu yang menurut pengakuannya terus menjadi penyumbang pendapatan residual paling konsisten.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan nilai ekonomi dari katalog film yang memiliki daya ulang tinggi. Film yang kembali dicari penonton setiap musim tertentu, mudah ditonton bersama keluarga atau pasangan, dan tersedia di berbagai kanal distribusi berpotensi terus menghasilkan pemasukan dalam waktu panjang.

Dengan kata lain, bagi McConaughey, investasi terbaik dari era rom-com ternyata bukan sekadar popularitas. How to Lose a Guy in 10 Days masih bekerja seperti aset hiburan yang terus berputar. Filmnya sudah lama berlalu, tetapi aliran uangnya belum ikut berhenti.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Matthew McConaughey How to Lose a Guy in 10 Days Kate Hudson royalti film komedi romantis