Film Michael Tembus Box Office USD 1 Miliar, Pendapatan Lionsgate Melonjak 48 Persen

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:34 WIB
Kesuksesan film biopik Michael mengerek pendapatan Lionsgate hingga Rp12,4 triliun. (Variety)
Kesuksesan film biopik Michael mengerek pendapatan Lionsgate hingga Rp12,4 triliun. (Variety)

RADAR BANYUWANGI - Kesuksesan film biopik Michael menjadi pendorong utama lonjakan kinerja keuangan rumah produksi Hollywood, Lionsgate, pada kuartal kedua tahun fiskal.

Studio tersebut membukukan pendapatan sebesar USD 776,6 juta atau sekitar Rp12,4 triliun, naik hampir 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus memangkas kerugian bersih secara signifikan.

Pencapaian itu menjadi sinyal positif bagi Lionsgate yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat portofolio film dan waralaba di tengah persaingan industri perfilman global.

Keberhasilan Michael tidak hanya mendongkrak pendapatan perusahaan, tetapi juga mencetak sejarah sebagai film pertama Lionsgate yang mampu menembus pendapatan box office global lebih dari USD 1 miliar.

Dalam laporan keuangan kuartalan, Lionsgate mencatat pendapatan sebesar USD 776,6 juta.

Nilai tersebut meningkat hampir 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, kerugian bersih perusahaan turun drastis menjadi USD 28,8 juta dari USD 106,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Artinya, kerugian berhasil ditekan lebih dari 70 persen seiring menguatnya performa bisnis film.

Kontributor terbesar berasal dari divisi Motion Picture yang membukukan pendapatan USD 587,3 juta.

Divisi tersebut juga mencatat keuntungan segmen mencapai USD 105 juta, menjadi salah satu capaian terbaik perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja impresif divisi film menunjukkan bahwa strategi Lionsgate yang berfokus pada pengembangan film berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP) mulai memberikan hasil positif.

Motor utama pertumbuhan tersebut adalah film Michael garapan sutradara Antoine Fuqua.

Film biopik yang mengangkat perjalanan hidup ikon musik dunia Michael Jackson itu berhasil mencetak pendapatan box office global lebih dari USD 1 miliar.

Capaian tersebut menjadikan Michael sebagai film biopik musik terlaris sepanjang masa.

Rekor itu sekaligus menandai sejarah baru bagi Lionsgate karena untuk pertama kalinya salah satu film produksinya mampu menembus pendapatan USD 1 miliar di pasar bioskop dunia.

Kesuksesan tersebut memperkuat posisi Lionsgate di tengah persaingan studio-studio besar Hollywood.

Di tengah tantangan industri perfilman yang masih berupaya mempertahankan pertumbuhan jumlah penonton bioskop, keberhasilan sebuah film mencapai pendapatan miliaran dolar menjadi indikator kuat tingginya minat pasar terhadap konten berkualitas.

Chief Executive Officer (CEO) Lionsgate, Jon Feltheimer, menyampaikan optimisme terhadap prospek perusahaan saat paparan laporan keuangan kuartalan kepada investor dan analis dari markas besar perusahaan di Santa Monica, California, Amerika Serikat, Kamis (6/8).

"Saya senang dapat melaporkan satu kuartal lagi dengan hasil keuangan yang kuat dan momentum yang terus tumbuh di seluruh lini bisnis kami," ujar Jon Feltheimer.

Menurutnya, strategi pengembangan waralaba berbasis portofolio kekayaan intelektual menjadi fondasi utama pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

"Seiring langkah kami mengeksekusi strategi waralaba pada portofolio kekayaan intelektual yang kuat, serta memanfaatkan visibilitas dan stabilitas dari pustaka film dan televisi kami, kami berada dalam posisi yang tepat untuk menghadirkan pertumbuhan kuat pada tahun fiskal 2027 dan seterusnya," lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan manajemen bahwa keberhasilan film-film unggulan akan terus menjadi sumber pertumbuhan pendapatan dalam beberapa tahun mendatang.

Di balik kinerja impresif divisi film, Lionsgate masih menghadapi tantangan pada lini bisnis televisi.

Penurunan pendapatan terjadi akibat perubahan jadwal pengiriman sejumlah serial kepada mitra distribusi.

Meski demikian, manajemen menilai kondisi tersebut bersifat sementara.

Lionsgate memperkirakan produksi konten drama berskenario akan meningkat hingga dua kali lipat pada tahun fiskal mendatang seiring semakin kuatnya portofolio film dan meningkatnya permintaan terhadap konten premium.

Editor : Lugas Rumpakaadi
lionsgate