RADAR BANYUWANGI - Perjalanan hidup seorang perempuan Indonesia yang kehilangan kewarganegaraannya selama puluhan tahun akan diangkat ke layar lebar.
Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian memilih mengabadikan kisah sang nenek melalui film panjang terbarunya berjudul Casparina, sebuah proyek yang menjadi karya penyutradaraan keduanya setelah Pangku (2024).
Berbeda dari karya sebelumnya, Casparina tidak hanya menawarkan drama keluarga, tetapi juga mengangkat potongan sejarah Indonesia yang masih menyisakan jejak mendalam.
Film ini diadaptasi dari kisah nyata Casparina, nenek Reza Rahadian, yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan sekaligus jurnalis senior sebelum harus menjalani kehidupan sebagai eksil politik.
Casparina diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak yang didirikan Reza Rahadian bersama Arya Ibrahim pada 2020.
Dalam proyek tersebut, Reza kembali memperluas perannya dengan menjadi sutradara sekaligus penulis skenario.
Naskah film digarap bersama sutradara Kamila Andini, sementara posisi produser dipercayakan kepada Arya Ibrahim dan Gita Fara.
Pengumuman resmi mengenai proyek film ini disampaikan melalui akun Instagram @filmcasparina pada Jumat (31/7).
"Dengan rasa syukur kami persembahkan Casparina. Ini adalah proyek film panjang kedua Reza Rahadian yang skenarionya ditulis bersama Kamila Andini," tulis pihak rumah produksi.
Mereka juga menyampaikan bahwa perjalanan film tersebut akan dimulai melalui Asian Project Market (APM) 2026.
"Perjalanan CASPARINA akan dimulai di Asian Project Market 2026. Semoga langkah pertama ini menjadi awal dari perjalanan yang baik. Mohon doa dan dukungannya agar semuanya diberikan kelancaran," lanjut pernyataan tersebut.
Langkah awal Casparina akan dimulai melalui Asian Project Market (APM) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Busan International Film Festival di Busan, Korea Selatan, pada 10–13 Oktober 2026.
Ajang tersebut dikenal sebagai salah satu forum pengembangan proyek film paling bergengsi di Asia.
Di sana, para sineas berkesempatan mempresentasikan proyek mereka kepada calon investor, produser, distributor, hingga mitra kerja sama internasional sebelum memasuki tahap produksi.
Keikutsertaan di APM menjadi sinyal bahwa Casparina dipersiapkan tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang menjangkau penonton internasional.
Film ini diadaptasi dari perjalanan hidup Casparina, sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah keluarga Reza Rahadian.
Pada 1965, Casparina menghadiri Kongres International Organization of Journalists (IOJ) di Cile.
Namun, situasi politik Indonesia setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 membuat kewarganegaraan Indonesianya dicabut.
Akibatnya, ia tidak dapat kembali ke Tanah Air.
Selama bertahun-tahun, Casparina menjalani kehidupan berpindah dari satu negara ke negara lain, termasuk Tiongkok, sebelum akhirnya menetap dalam waktu lama di Belanda.
Di tengah kehidupan sebagai eksil politik, ia tetap aktif menyuarakan berbagai isu hak asasi manusia.
Setelah hampir empat dekade hidup di luar negeri, Casparina akhirnya dapat kembali ke Indonesia pada 2003.
Kisah tersebut menjadi fondasi utama film Casparina, yang memadukan sejarah, kemanusiaan, serta ikatan keluarga dalam satu narasi.
Hingga kini, Gambar Gerak belum mengungkap jajaran aktor dan aktris yang akan membintangi Casparina.
Proses pengembangan proyek masih terus berlangsung menjelang presentasi di Asian Project Market 2026.
Meski demikian, kolaborasi Reza Rahadian dengan Kamila Andini sebagai penulis skenario telah menarik perhatian publik.
Pengalaman keduanya di industri perfilman Indonesia menjadi modal penting untuk menghadirkan film yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga memiliki nilai historis dan emosional.
Editor : Lugas Rumpakaadi