RADARBANYUWANGI.ID - Film horor terbaru berjudul Undertone berhasil mencuri perhatian kalangan pengamat perfilman internasional. Karya sutradara Ian Tuason tersebut memperoleh apresiasi positif dari majalah film ternama Variety yang menilai film itu sebagai salah satu sajian horor paling segar dengan kemampuan membangun ketegangan psikologis secara efektif.
Dalam ulasan yang diterbitkan Variety pada 1 Agustus 2026, Undertone disebut mampu menghadirkan pengalaman menonton yang intens melalui konsep cerita yang minimalis. Pendekatan visual yang presisi dipadukan dengan tata suara yang detail membuat atmosfer mencekam terbangun secara perlahan dan konsisten sepanjang film.
Kritikus film dalam ulasan tersebut juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan penyutradaraan Ian Tuason. Menurutnya, sang sutradara berhasil mengendalikan ritme cerita tanpa bergantung pada kejutan-kejutan instan yang lazim digunakan dalam film horor.
"Ian Tuason menunjukkan penguasaan materi yang luar biasa dalam film Undertone. Ia tahu persis bagaimana cara menuntun penonton masuk ke dalam ruang kegelisahan tanpa perlu mengandalkan teknik kejutan yang murah."
Selain penyutradaraan, aspek sinematografi turut menjadi sorotan. Pengamat sinematografi menilai penggunaan komposisi gambar, sudut kamera, dan pencahayaan menjadi salah satu kekuatan utama film tersebut dalam membangun rasa tidak nyaman yang terus menghantui penonton.
"Penggunaan sudut kamera dan pencahayaan dalam film ini dikerjakan dengan sangat cerdas. Setiap sudut ruangan yang redup seolah memiliki nyawanya sendiri yang siap meneror pikiran penonton."
Pihak produksi menyatakan bahwa sejak awal tim kreatif memang ingin menghadirkan pengalaman horor yang tidak berhenti saat film selesai diputar. Fokus utama mereka adalah menciptakan efek psikologis yang tetap membekas setelah penonton meninggalkan ruang bioskop.
"Kami ingin menciptakan sebuah pengalaman menonton yang membekas secara psikologis, di mana rasa takut itu tetap bertahan bahkan ketika penonton telah melangkah keluar dari bioskop."
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Variety